SURABAYA – Ketua Aliansi Pendidikan Vokasi Seluruh Indonesia (APVOKASI) Jawa Timur, Dr Ir Jamhadi, MBA mengatakan, penerapan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan menimbulkan dampak pada perekonomian.
“Tentu kita prihatin, setelah menjalani ekonomi pandemi selama 9 bulan, ternyata Covid-19 masih ada. PSBB Jawa Bali termasuk bagian solusi memutus mata rantai Covid-19. Meskipun bisa berdampak ekonomi terkontraksi,” ungkap Jamhadi, Kamis (21/1/2021).
Untuk itu, Jamhadi berharap, kegiatan bisnis jalan terus, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan, menjaga jarak dalam berkegiatan, memakai masker dan cuci tangan.
“Jangan sampai dampak ekonominya menjadi terlalu dalam, Jawa Bali merupakan barometer pertumbuhan ekonomi. Karena Jawa Bali berkontribusi lebih 62% dari ekonomi nasional, dikuti Sumatra 21,7%, Kalimantan 8,066%, dan Sulawesi 6,6%,” katanya.
Jamhadi memperkirakan Indonesia bakal tumbuh 3% positif di 2021 dibanding 2020 lalu yang terkontraksi minus 5%. “Sudah sekitar 9 bulan kita hidup dalam ekonomi pandemi,” tegas CEO PT Tata Bumi Raya.
Pemerintah, lanjutnya, juga memberikan perhatian dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga kurang mampu atau berdampak maupun kepada UMKM. Serta sektor kesehatan lebih dari Rp 600 triliun sudah dikucurkan, dan sektor perusahaan melalui relaksasi perbankan.
“Sektor jasa kesehatan tumbuh 15,33%, informasi dan komunikasi 10,61%, disusul sektor pengadaan air, pengelolaan sampah dan limbah 6,04%. Lalu sektor pertanian tumbuh 2,51%, sektor administrasi pemerintah 1,86%, sektor jasa pendidikan 2,44%, dan sektor real estate 1,98%,” ujarnya.
Sebaliknya menurutnya, sektor yang mengalami kontraksi ialah sektor industri pengolahan yang terkontraksi 4,31%, sektor transportasi dan pergudangan terkontraksi 30,8%, sektor konstruksi terkontraksi 4,52%, sektor perdagangan minus 5,03%, dan sektor akomodasi makanan dan minuman minus 11,86%.
“Tahun ini, prediksi kami, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa positif dibanding 2020 lalu yang terkontraksi minus 5%. Adanya pandemi ini, jangan sampai dampak ekonominya menjadi terlalu dalam,” pungkas Jamhadi yang mantan Ketua KADIN Surabaya.









