KABUPATEN PASURUAN – Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) saat turun kelapangan guna mendengar aspirasi warga Pasuruan di waduli terkait lamanya mengurus perijinan mendirikan sekolah islam di tingkat Daerah Diniyah ( Madin) . Saat Reses di Pondok Pesantren Darusalam Al-Ghojali di Dusun Mojorejo ,Desa Sidowayah Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, H. Ahmad Hilmy ,SAg berjanji akan berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten Pasuruan agar cepat terealisasi pengurusan pembangunan Madin.
” Kebetulan adik saya duduk di DPRD Kabupaten Pasuruan, jadi saya akan koordinasi dengan adik saya supaya cepat membantu perijinan pendirian Pembangunan sekolah madin di Kalangan Pondok Pesantren , ” Kata Ahmad Hilmy di hadapan konstituen saat serap aspirasi, Senin ( 9/11).
Selain itu terkait realisasi penyaluran Bantuan Operasional Sekolah Daerah ( Bosda) , Anggota Komisi C DPRD Jatim yang membidangi Keuangan ini menyampaikan bawahsannya Bosda Sudah di acc mencapai 97 persen teralisasi, namun hingga kini tersendat di tingkat bawah Kabupaten maupun kota.
” Saya berharap Bosda bisa direalisasikan dalam sisa waktu tahun ini. Alasannya Bosda sangat di nanti siswa SD dan SMP selama pandemi covid-19,” terang putra dari Hj. Anisah Syakur Anggota DPR RI ini.
Pria asli Bangil Pasuruan ini mengakui jika mandegnya dana Bosda karena di pakai untuk refocusing penangangan covid-19 , pihak DPRD Jatim akan mengusulkan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah ( TPAD) karena masih ada peluang, maka perlu dikaji lagi permasalahannya.
Menurut Gus Hilmy ,sapaanya, pandemi covid-19 ini cukup mempengaruhi sektor perekonomian orang tua siswa, belum lagi kebutuhan operasional sekolah tetap berjalan meski pembelajaran secara daring.
” Dengan bantuan Bosda ini diharapkan bisa semakin menekan atau bahkan menggratiskan biaya pengeluaran siswa untuk untuk operasional sekolah. Jadi bisa meringankan beban orang tua murid yang terkena imbas pandemi covid -19 ,” kata Gus Hilmy yang juga Pembina Ormas JAMAN Jatim.
Sedangkan persoalan bantuan BOS Madin yang juga di keluhkan warga Pasuruan di kalangan Pondok Pesantren, Gus Hilmy berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas terkait yang ada di Kabupaten Pasuruan guna menanyakan apa penyebab terlambatnya bantuan Bos Madin di beberapa pondok pesantren.
” Secepatnya akan saya tanyakan penyebab terlambatnya bantuan Bos Madin kepada Dinas terkait, karena ini sangat berpengaruh terhadap aktifitas keseharian bagi para santri yang sedang menggali ilmu agama islam, ” jelas Wakil Ketua DPW PKB Jatim ini.
Sekedar diketahui Anggota DPRD Jawa timur asal Dapil 3 wilayah Pasuruan dan Probolinggo sedang menjalankan tugas kedewanan Reses guna menggali keluhan warga dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan. ( rofik)











