SURABAYA – Dalam rangkaian Capital Market Summit and Expo (CMSE) 2020, Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar seminar produk pasar modal. Hadir dalam seminar virtual bertema ‘Reksadana, ETF, Indeks’, Kepala Kantor Perwakilan BEI Jatim Dewi Sriana sebagai moderator.
Serta sejumlah nara sumber diantaranya, Pudjo Damaryono Deputy Direktur Perizinan Pengelolaan Investasi OJK, Ignatius Denny W Kadiv Pengembangan Bisnis PT BEI dan Rudiyanto Direktur Panin Asset Management, serta Stefanus Noviono Direktur PT Indo Premier Investment Managament.
Dewi Sriana mengatakan, seminar produk pasar modal ini masih dalam rangkaian event ‘Capital Market Summit and Expo 2020’ yang digelar secata virtual. “Kita harapkan dengan banyaknya masyarakat mengerti dan memahami pasar modal dari berbagai aspek, perkembangan pasar modal dalam negeri tumbuh pesat.” ujarnya, Kamis (22/10/20).
Sementara itu Pudjo Damaryono mengatakan, definisi reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manager investasi. Sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 angka 27 UU Pasar Modal
Tapi pesan Pudjo, yang harus diperhatikan saat berinvestasi yaitu pertama, lihat legalitas pengelola, pastikan manajer investasi telah memiliki izin usaha dari OJK. Kedua, Legalitas Produk, pastikan produk reksadana telah memperoleh pernyataan efektif dari OJK. Ketiga, legalitas agen penjualan yaitu, pastikan agen penjualan efek reksadana telah terdaftar di OJK.
Sedangkan Ignatius Denny menambahkan, BEI terus mengembangkan literasi reksadana ke publik, agar pemahaman masyarakat atau investor soal reksadana dipasar modal semakin meningkat.
Disisi lain, Rudiyanto mengatakan, agar masyarakat memaksimalkan investasi dengan reksadana. Beli reksadana bisa dimana saja baik, di manajer investasi maupun agen penjualan efek reksadana. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam reksadana adalah Bank Kustodian, KIK, dan Manajer Investasi.
“Yang pasti banyak benefit yang didapat jika kita mau berinvestasi di reksadana.” tutup Rudiyanto.











