BANYUWANGI – Beredar sebuah pengumuman dipercakapan salah satu media sosial, bahwa IGD RSUD Blambangan tidak menerima pasien.
Tak tanggung-tanggung, pengumuman yang disebarkan itu, mengatasnamakan pimpinan dan seluruh staf RSUD Blambangan.
Dalam pengumuman yang beredar itu berbunyi, diberitahukan kepada seluruh masyarakat, bahwa mulai tanggal 14 s.d. 20 September 2020, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Blambangan sementara tidak memberikan pelayanan (tutup), sehubungan instalasi tersebut disterilkan, dan akan dibukan kembali pada tanggal 21 September 2020.
Hal itu dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono. Ia pun menyampaikan, layanan IGD RSUD Blambangan tetap buka.
Rio, panggilan akrabnya menegaskan, bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar. Pelayanan RSUD Blambangan masih berjalan hingga saat ini.
“IGD RSUD Blambangan tetap memberikan pelayanan kegawatdaruratan kesehatan. Jadi, informasi yang beredar tidak benar,” ujar Rio, Minggu (13/09/2020).
Saat disinggung adanya tenaga kesehatan RSUD yang terpapar COVID-19, Rio mengatakan bahwa adanya tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar tidak otomatis membuat layanan terhenti. Prosedur penanganan telah dilakukan kepada nakes yang terkonfirmasi COVID.
“Memang ada nakes yang terpapar, namun semua ditangani dan dilakukan isolasi dan perawatan. Tracing juga sudah dilakukan ke karyawan RSUD. Pihak RSUD bahkan sudah menjadwalkan swab test ke karyawan-karyawan yang kontak erat,” terang Rio.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, kami semua tetap siap melayani. Kami juga ada tenaga kesehatan yang siap mem-back up pelayanan RSUD bila memang dibutuhkan,” sambungnya.
Dalam kesempatan ini, Rio juga menyampaikan, untuk perkembangan kasus COVID-19 di Banyuwangi per hari Minggu 13 September 2020, ada tambahan kasus baru COVID sebanyak 13 orang, sehingga total kasus di Banyuwangi menjadi 1025.
Ia juga menyebutkan adanya tambahan pasien sembuh sebanyak 365 orang, sehingga total kasus sembuh di Banyuwangi menjadi 656.
“Semua pasien yang sembuh hari ini dari klaster pondok pesantren. Ini seiring dengan masa karantina yang telah usai per tadi malam. Sehingga semua santri yang tidak bergejala lagi sudah dinyatakan sembuh,” pungkas Rio.(nng)











