SURABAYA – Dalam upaya menjadikan sebuah BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) milik Pemprov Jatim sebagai mesin penghasil pendapatan suatu daerah ( PAD ) untuk pundi-pundi pendapatan daerah, Kimisi C DPRD Jatim berharap ada gebrakan atau inovasi dalam pengelolaan BUMD di Jatim.
Menurut anggota Komisi C DPRD Jatim H.Ahmad Hilmy ,S ,Ag mengatakan BUMD adalah perusahaan pemerintah yang pengelolaannya harus menggunakan system dengan harapan bisa membantu mendongkrak PAD.
“ Perlu ada inovasi system manajemen dengan Punishment dan reward dengan mengedepankan profesionalisme yang jelas,” kata Gus Hilmy, Rabu ( 22/7).
Putra dari Anggota DPR RI Hj.Anisah Syakur ini mengatakan Pemprov Jatim harus melakukan perbaikan manajemen dan gebrakan jika manajemen yang ada tak mampu menghasilkan atau tak memenuhi target pendapatan yang diinginkan oleh Pemprov Jatim sebagai pemilik BUMD tersebut.
“ Direktur BUMD harus kreatif dan berfikir cerdas supaya BUMD yang dipimpinnya bisa membantu PAD Jatim Kalau tak bisa maka harus ada perbaikan manajemen. Hal ini perlu dilakukan oleh Pemprov Jatim agar BUMD yang dikelolanya selalu leading dalam mendapatkan pendapatan , ”jelas Politisi asal PKB.
Diungkapkan oleh Hllmy, jika rekrutmen jajaran direksi dalam sebuah BUMD, pihaknya berharap Pemprov Jatim melakukan open bidding sehingga jajaran direksi memiliki personal yang baik.
“ Selama ini pihaknya melihat hal ini belum pernah dilakukan Pemprov Jatim. Pihaknya berharap ini segera diperbaiki agar BUMD yang dikelolanya bisa menghasilkan pendapatan bagi APBD Jatim. Paling utama BUMD Jatim harus punya terobosan Dongkrak PAD Jatim di tengah pandemi , ” pungkas Pria asal Pasuruan ini.











