JEMBER – Kehadiran Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief di PP. Nurul Qur’an, Dusun Paseban, Desa Rowotamtu Kecamatan Rambipuji Jember pada Rabu (15/07/2020) merupakan wujud kecintaan Pemerintah Kabupaten Jember kepada para santri.
Dalam kesempatan yang penuh berkah tersebut Wabup menyerahkan beberapa bantuan kepada para santri.
Di temui usai kegiatan, Kyai Muqit menyampaikan” ya kita akan melepas keberangkatan santri Jember yang akan kembali ke Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan, kebetulan berkumpulnya di Pesantren Nurul Qur’an,” ujarnya.
Ini adalah trip ke 3 dengan jumlah santri 202 dan Insya Allah tanggal 22 Juli nanti yang terakhir.
Kami dari Pemerintah Kabupaten Jember sebagaimana kita programkan bersama bahwa seluruh santri anak Jember yang akan kembali ke Pondok itu harus mengikuti rapid test dulu demi keselamatan mereka.

Kami menyediakan alas sholat, vitamin, masker dan alat transportasi,setelah santri mengikuti rapid test dan dinyatakan sehat langsung naik ke kendaraan berangkat ke pondok pesantren yang di tuju.
Menyentuh santri hidup sehat, Wakil Bupati Jember yang merupakan sosok Kyai ini menyampaikan, seperti kita tahu kumpul-kumpul itu kan menjadi perhatian kita semua, padahal santri ini itu kumpul-kumpul selalu.
Sebagai santri saya sangat paham dengan kondisi di pondok, tidak hanya saat sholat jama’ah, saat ngaji kumpul, mandinya juga seperti itu. Sehingga saya sangat mengharapkan pola hidup sehat dan bersih selama hidup di pesantren itu harus diperhatikan.
Untuk para santri, hindarkan gonta ganti tempat makan dengan temanya, hindari juga tukar menukar pakaian, itu di pesantren biasa, untuk sementara dihindarkan.
Wabup kembali berpesan, untuk para santri sementara waktu hindari komunikasi dengan dunia luar supaya santri yang sudah dinyatakan non reaktif ini terselamatkan, kalau masih ada interaksi dengan dunia luar itu dikhawatirkan, semoga semua selamat.
Menyentuh soal kondisi pondok pesantren di Kabupaten Jember, wabup sangat bersyukur karna sampai saat ini pondok pesantren di Kabupaten Jember aman.
Oleh karnanya Wabup berharap kepada pengasuh pondok pesantren untuk betul-betul mengontrol, mengkondisikan para santri di dalam kondisi yang tidak biasa. Kalau sebelumnya mereka bebas keluar masuk pesantren sekarang harus betul-betul di batasi.











