GRESIK – Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Muhammad Sarmuji menyebut jika hari ini ada yang dipanggil DPP Partai Golkar untuk Pilkada 2020 Kabupaten Gresik. Apakah mendapat rekom SK atau apa tidak bisa disampaikan. Apakah juga surat penetapan sementara definitif pihaknya masih belum bisa menyampaikan secara gamblang.
“Yang jelas kita memperhatikan dawuh kiai sepuh yang ada di Gresik,” kata Muhammad Sarmuji usai Musyawarah Daerah (X) DPD Golkar Gresik di salah satu hotel, Minggu (12/7).
Terkait siapa yang berangkat ke Jakarta menemui DPP Golkar. Pihaknya hanya memberikan bocoran jika itu kader Golkar pasti Ahmad Nurhamim yang akan berangkat. Namun, Ahmad Nurhamim sendiri berada di sini (Gresik).
“Kalau kader Golkar berarti mas Nurhamim. Mas Nurhamim berada di sini berati bukan mas Nurhamim. Siapapun yang kita usung kita anggap mewakili kader Golkar,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Gresik, Ahmad Nurhamim menjelaskan jika sudah menyerahkan 11 nama ke DPP Golkar. “Kabupaten diberi hak menjaring, di saat penjaringan ditetapkan muncul dinamika baru, politik oleh para kiai sepuh usung mas Yani sebagai calon bupati, mas Yani kita komunikasikan kita kasih ruang. Kita akomodir. Pleno kemarin menambah penjaringan, kita kirim 11 nama,” terangnya.
Ahmad Nurhamim kembali memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Gresik. Pria yang kerap disapa Anha ini menang secara aklamasi dengan meraih 17 utusan Pengurus Kecamatan (PK) dari 18 PK yang bulat mendukungnya.
Anha kembali memimpin DPD Partai Golkar Gresik peridoe 2020 – 2025. Dalam acara tersebut dihadiri oleh ratusan pengurus tingkat DPD, PK, dan Organisasi Sayap Golkar Kabupaten Gresik. Selain itu, juga hadir Bupati Sambari Halim Radianto, Wanhat DPD Golkar Gresik K.H. Nur Muhammad dan para petinggi partai di Gresik.











