SURABAYA – Fenomena pesta demokrasi dalam Pilkada saat ini adalah pertarungan uang dan ini sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, karena pendanaan sangat dibutuhkan dalam pertarungan, sehingga banyak para calon yang berupaya mencari sponsor untuk ikut mendanai .
Dalam pesta demokrasi yang dilaksanakan secara langsung. Memang tidak ada aturan yang melarang menggunakan sponsor untuk mengumpulkan dana . Namun yang perlu diwaspadai adalah kepentingan sponsor nantinya, disaat yang disponsori menang .
Fenomena ini dijelaskan secara detail oleh mantan anggota DPRD Surabaya, Vincensius Away yang juga menjabat sebagai Wakil ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur,
Menurutnya, kebutuhan dana bagi para calon yang akan bertarung dalam Pilwali sudah bukan menjadi rahasia umum,”Memang di butuh bekal dana dalam pertarungan Pilwali,” ujarnya. Bahkan kebutuhan itu, terkadang didapat dari para sponsor yang berminat mendukung . Yang menjadi kekawatiran adalah, kompensasi apa yang akan diberikan kepada para sponsor setelah calonnya menang,” Itu yang saya kawatirkan, setelah mendapat jabatan sebagai kepala daerah, akan berdampak mengganggu kebijakan publik, karena ada politik balas Budi,” tandasnya.
Namun dapat terjadi sponsor tidak dibutuhkan, apabila calon tersebut memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas yang sangat tinggi dimasyarakat, sehingga keterlibatan masyarakat dengan berbagai cara melalui partisipasinya dapat terwujud,” Tapi hal ini hampir jarang terjadi, tapi bukan berarti tidak ada,” masih kata Awey.
Ironisnya lagi ada anggapan yang sudah menjadi ketentuan, dalam semua pertarungan Pilkada dimana pun, sepertinya uang menjadi syarat utama, bukan lagi faktor kecerdasan, pendidikan dan latar belakang,” Bahkan kejujuranpun, bukan menjadi bahan pertimbangan lagi,” ujarnya dengan nada prihatin .
Selain itu, pertarungan uang dalam Pilkada, juga terjadi dikalangan elite partai, terutama yang memiliki kewenangan dalam keputusan partai, seperti pemberian ticket atau rekomendasi dari partai pengusung,” Itu tidak gratis atau cuma-cuma,” tandasnya.
Hal seperti ini sudah menjadi tradisi dikalangan elite politik. Kondisi seperti ini membuat Partai Nasdem berjuang terus menghilangkan kebiasaan buruk yang menjangkit dikalangan para elite partai saat ini dengan memberikan sangsi tegas.











