GRESIK- Pelaksanaan reses bagi anggota DPRD Kabupsten Gresik di masa pandemi corona tetap dilangsungkan dengan beberapa ketentuan , diantaranya jumlah peserta di batasi maksimal 10 peserta setiap kali kegiatan, dan jarak antar peserta yang minimal 1 meter, seperti yang dilakukan oleh Hj Lilik yang berlangsung di Kelurahan Kawisanyar, Kec Kebomas, Sabtu pagi ( 18/4).
“Kegiatan reses bagi anggota DPRD wajib dilakukan, untuk menjaring aspirasi dari masyarakat dan hampir setiap kawasan lingkungan baik desa atau kelurahan mengemukakan hal yang perlu dilakukan oleh negara, ” jelas politisi PPP dapil Gresik- Kebomas.
Hadi salah satu peserta dari Desa Kedanyang, Kec Kebomas mengemukakan bahwa dilingkup perumahan GKGA, permukaan air tanah sudah turun dari hanya 4 meter di tahun 1993 sudah keluar air untuk 1 keluarga, saat ini 10.meter untuk sumur gali.
” Perumahan GKGA diresmikan Pak Wapres Try Sutrisno Agustus 1993 lalu, dan hingga kini belum mendapat sambungan air bersih dari PDAM, air untuk kebutuhan sehari hari dari air sunur bawah tanah yang semakin hari semakin turun / semakin dalam, harapan dari warga kedanyang dalam waktu dekat dibuatkan bio pori dan sumur resapan dari air hujan yang keluar dari talang langsung di masukkan ke dalam sumur resapan,” papar Hadi.
Lebih lanjut dikatakan untuk menjaga penurunan muka air tanah, juga perlu di buat resapan dari air di beberapa got dan kali kecil di kawasan Desa Kedanyang, dan biar di filter oleh tanah dari air got tadi.
Ny Maf’ula asal Kelurahan Kebomas yang berprofesi sebagai guru honorer membeberkan keluhannya, ” Sebagai guru honorer yang belum di kontrak, maka ketika murid harus belajar di rumah, pengeluaran bagi guru honorer semakin meningkat, beli pulsa lebih banyak dibanding sebelum pandemi corona, pekerjaan dua kali lipat, sementara kesejahteraan kurang diperhatikan, asal bisa makan sudah bagus, bahkan BPJS saja sering tidak bisa bayar”, jelasnya. ( ali)










