JEMBER – Setelah Survei yang dilakukan Pemkab Jember pada Senin (01/04/2020) di Station Kereta Api Jember, namun sampai hari ini Jum’at (03/04/2020), pintu keluar Stasiun Jember tidak kunjung ada petugas medis.
Mengutip pernyataan Kepala Station Kereta Api Jember Herjiyanto, saat ditemui Wartawan Bidik pada Rabu (01/04/2020) di ruang kerjanya. Menurut Herjiyanto pihak Pemkab Jember sudah melakukan survei.
Hal tersebut menjawab pertanyaan media berkaitan seperti apa langkah pihak Stasiun Kereta api dalam upaya pencegahan Covid-19 di pintu keluar penumpang, yang datang dari berbagai daerah seperti dilakukan di 5 jalur darat pintu masuk ke Jember.

Pantauan wartawan Bidik sejak tadi malam, hingga siang tadi tim medis tidak ada yang standby di posko screening stasiun Jember. Hanya petugas Polsek dan koramil Patrang saja yang standby. Tidak ada pemeriksaan sama sekali untuk penumpang yang tiba di stasiun Jember.
Kedatangan KA Probowangi dari Surabaya dengan jumlah 76 penumpang yang turun di stasiun Jember, bebas tanpa adanya pemeriksaan. Bahkan kedatangan penumpang KA Mutiara Timur, yang turun di stasiun Jember Jumat siang juga tidak ada pemeriksaan.
Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan banyak pihak. Begitu banyak penumpang yang datang dari berbagai daerah, bebas masuk ke Jember tanpa adanya pemeriksaan. Seperti yang dilakukan di 5 pintu masuk ke Kabupaten Jember.
Hasil pantauan terakhir sampai kedatangan KA Tawang Alun jam 20:30 Wib dari kota Malang, penumpang keluar tanpa pemeriksaan. Lantaran tak ada satupun tim medis yang standby.











