SURABAYA – Himbauan Gubernur Jatim Khofifah Indah Parawansa untuk menutup tempat hiburan malam terkait penyebaran virus Covid-19. Membuat ribuan wanita pekerja malam yang menggantungkan nasib hidupnya ditempat-tempat itu terancam dirumahkan alias nganggur.
Diperkirakan ada sekitar ratusan tempat Dugem yang beroperasi di Surabaya , yang menyerap ribuan tenaga kerja , mulai dari waiters dan pemandu lagu .
Dengan himbaun gubernur Jatim , Kofifah Indar Parawansa ini tentunya akan mengancam nasib ribuan pekerja ,” Gimana lagi mas , kita pasrah dengan situasi yang ada ,” ujar salah seorang pekerja malam mengeluh .
Tidak hanya tempat tempat Dugem , Khofifah juga meminta tempat-tempat wisata segera tutup. Karena berpotensi menjadi lokasi penyebaran Covid-19.
“Seluruh tempat wisata kami mohon segera ditutup, tempat-tempat hiburan malam, night club, diskotik kami mohon segera ditutup. Hal-hal yang memungkinkan terjadinya penyebaran atau penularan mari kita bersama-sama menjaga supaya kita bisa mencegah penyebaran Covid-19 lebih signifikan lagi di Jawa Timur,” tegas Khofifah .
Ditambahkan apabila berada di dalam kerumunan massa seperti di tempat publik bahkan di acara pernikahan, kunci dari seseorang tersebut yakni social distancing.
“Social Distancing menjadi sangat penting bagi semua masyarakat untuk menerapkannya, agar penyebaran Covid-19 tidak semakin masif. Karena hingga Sabtu petang sudah tercatat kenaikan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Jatim, dengan rincian 793 ODP, 79 Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan 26 orang dinyatakan positif Covid-19,” papar Khofifah.
Diharapkan dengan menjaga jarak sosial dengan melakukan olahraga, dengan tinggal di rumah dan keluar untuk kepentingan-kepentingan yang memang sangat urgent, itu turut membantu untuk menekan menyebarnya virus corona in.
.











