SURABAYA – Best Western Papilio Hotel Surabaya menggelar kegiatan Tree Planting di Konservasi Mangrove Jl. Wonorejo, Sabtu (7/12/2019). Menyadari isu global warming yang membutuhkan perhatian lebih, Best Western Papilio Hotel memilih aktivitas tanam pohon untuk membantu menyelamatkan bumi.
Aktivitas tanam pohon yang rutin dilakukan minimal 1 tahun sekali ini salah satu rangkaian kegiatan “Best Western Cares” yang merupakan program CSR dari Best Western International. Selain itu, aktivitas tanam pohon ini untuk memperingati Hari Menanan Pohon Nasional yang jatuh setiap 28 November 2019.
Dipilihnya Mangrove Wonorejo, karena tempat ini memiliki ekosistem yang baik dan kerap dipilih sebagai tempat penelitian oleh peneliti asing untuk penelitian eco-mangrove.
Kegiatan kali ini, Best Western Papilio Hotel diikuti jajaran staff dan manajemen sebanyak 25 orang. Dan didampingi Komunitas Nol Sampah dan Suratno, ketua kelompok petani Tambak Truno Joyo yang mendapatkan Penghargaan Kalpataru Perintis Lingkungan di 2017 oleh Pemkot Surabaya dan di 2018 oleh Pemprov Jatim.
“Mangrove di Wonorejo ini memiliki 22 jenis tumbuhan mangrove dari 75 jenis mangrove di Indonesia, jadi ragamnya paling banyak dibanding Bali. Fungsi utama mangrove yang paling penting adalah untuk abrasi air laut yang mengikis pantai. Selain itu di Mangrove Wonorejo terdapat 150 jenis burung, dan setiap tahun ada 44 burung migran,” kata Suratno.
Bibit pertama pohon mangrove ditanam langsung oleh Agus Anom Suroto, GM Best Western Papilio Hotel, disusul bibit selanjutnya oleh para tim yang bergabung.
Intan Manullang, Marcomm Manager dari Best Western Papilio Hotel Surabaya mengatakan, isu Global Warming saat ini merupakan isu yang perlu di perhatikan, sehingga CSR dari Best Western Papilio ingin membantu menyelamatkan bumi dari berbagai kerusakan, terlebih mangrove ini sangat berguna untuk mencegah abrasi.
“Meskipun skala dari kegiatan kami ini kecil namun kami harap dapat bermanfaat kedepannya dan terus berkelanjutan. Kami berkomitmen membantu menyelamatkan dunia. Sehingga segala properti yang digunakan menggunakan less plastic, seperti tumbler dan tempat makan yang tidak menggunakan styrofoam ataupun plastik. Namun menggunakan kertas yang lebih mudah terurai dan tidak menyakiti bumi,” imbuhnya.








