JEMBER | Proyek drainase di Jl. Sriwijaya V, lingkungan Kloncing dan Karangbaru Kelurahan Karangrejo Kecamatan Sumbersari Jember dikeluhkan warga.
Keluhan tersebut muncul setelah pengerjaan proyek baru pertama kali berjalan, dimana penggalian saluran dilaksanakan dengan menggunakan tenaga manusia,dan urukan tersebut telah mengganggu aktifitas warga sekitar proyek.
Hal tersebut disampaikan oleh Ponijan, Ketua RW 023 Lingkungan Kloncing usai melihat langsung lokasi proyek bersama beberapa warga,ya kami prihatin sekali dengan keluhan warga dengan adanya proyek tersebut.
Urukan tanah yang tidak langsung di angkat dari lokasi proyek telah menimbulkan keluhan pengguna jalan,di tambah lagi penggalian saluran tersebut telah memakan badan jalan sehingga menyempitkan jalan yang ada.
” Ini sangat memprihatinkan sekali, saharusnya penggalian ini lebih mepet ke pagar bukan malah makan badan jalan,” tuturnya.
Ditambah lagi komunikasi yang pernah saya lakukan bersama pihak pelaksana,soal pembangunan drainase yang tidak ada tutupnya alias terbuka,ini sangat merisaukan kami.
“Lingkungan ini begitu banyak anak-anak yang sering bermain,saya sangat prihatin sekali ketika pelaksana menyampaikan kalau pembangunan drainase tersebut nantinya tidak ada penutupnya,” unkapnya.
Sementara Suwarno selaku Ketua RT 01 Lingkungan Kloncing menyampaikan ” pelaksanaan proyek ini kami hanya diberi tahu oleh pelaksana kalau akan dilaksanakan pekerjaan di lingkungan kami,” tuturnya.
Dari pemberitahuan tersebut hingga timbulnya keluhan warga saat ini kami tidak lagi di ajak bicara sama sekali. “Ini yang kami sesalkan, karna ketika ada keluhan warga kami yang harus susah payah dan kami bingung untuk memberikan jawaban,” tegasnya.
Hal senada disampaikan M. Erwin, Ketua RT 03 lingkungan Karangbaru menyampaikan ” saya prihatin dengan adanya keluhan warga yang merasa terganggu dengan tumpukan tanah yang berada di badan jalan,” tuturnya.
Seharusnya pihak pelaksana proyek lebih memperhatikan kenyamanan dan keselamatan warga sekitar yang menggunakan jalan tersebut.
Sementara Paidi,anggota LSM Permadani yang turut serta melihat langsung proyek yang dikeluhkan warga tersebut menyampaikan, proyek ini dilaksanakan untuk memberikan manfaat dan kenyamanan kepada warga,kalau ada keluhan seperti ini kan sudah melenceng dari tujuan.
Kami berharap pihak pelaksana ini segera membangun koordinasi dengan lingkungan setempat agar persoalan yang muncul bisa diselesaikan bersama.
Beberapa hari sebelumnya Agus sebagai pengawas proyek tersebut yang di temui wartawan Bidik menyampaikan kalau proyek drainase yang ada di lingkungan Kloncing tersebut akan dilaksanakan dan di rampungkan sesuai jadwal.
“SPK turun pada tanggal 4 November dan waktu pengerjaan selama 60 hari,namun kita berupaya akan menyiapkan pekerjaan lebih awal dari jadwal yang ada,” tuturnya.
Bahkan soal material galian Agus menyampaikan ” material dari galian ini terus kita angkut dan ini sudah kita koordinasikan dengan RW setempat
Bahkan galian material yang ada, kami berikan kepada pihak-pihak yang memerlukan di lingkungan proyek tersebut.
Fakta di lapangan,material galian yang dilaksanakan pada hari Jum’at 08/11/2019 tetap menumpuk di badan jalan, sehingga berujung banyaknya keluhan dari warga setempat. Ini yang membuat Ketua RW ,RT serta warga setempat yang diikuti awak media, LSM turun langsung ke lokasi kegiatan.
Usai melihat langsung lokasi kegiatan, Ketua RW mengkonfirmasi persoalan tersebut kepada Agus melalui hubungan Telepon sekira jam 12:07 siang Agus menjawab ” soal material nanti kita akan bersihkan,karna ini kan hari libur,” tuturnya
Berkaitan galian yang dianggap telah memakan badan jalan, Agus menjawab, “itu sesuai dengan petunjuk dari pihak PU Bina, kami hanya melaksanakan,” pungkasnya.
Proyek drainase yang menggunakan anggaran APBD 2019 yang dikerjakan oleh CV. Jatayu asal Banyumas Jawa Tengah ini di mulai pada tanggal 07 November 2019 dan berada di bawah pengawalan TP4D Kejaksaan Negeri Jember.
Dimana Humas Kejari Jember,Agus Darmanto yang sempat di temui wartawan menegaskan, TP4D Kejari Jember mengawal seluruh proyek Pemkab Jember.
“Kami bukan bamper apalagi melindungi,jika ada temuan dilapangan pasti akan kami tindak lanjuti,” tegasnya. (Monas)












