GRESIK|BIDIK NEWS. Salah seorang pendaftar bernama M Sukoiri punya cara unik saat mengikuti proses penjaringan Bakal Calon Bupati (Bacabup) yang digelar DPD Nadem Gresik. Pemangku Pondok Mburi Wong Bodho ini datang, pada Jumat (04/10) sore bersama rombongannya dengan membawa panci besar berisikan 500 porsi bakso.
Usai mengisi formulir dan menyetorkan ke tim verifikasi penjaringan, M Sukoiri beserta rombongannya lalu membuat lapak dadakan di halaman Kantor DPD Nasdem Gresik, Sejumlah warga dan pengguna jalan yang melintas lalu diajak masuk untuk menikmati sajian bakso gratis berisi 4 pentol sedang dan tahu goreng.
“Bakso yang kita bawa ke sini ada 500 porsi. Sengaja kita bagikan gratis untuk warga sekitar, tukang becak dan pengguna jalan. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sosial kami kepada masyarakat. Dan saya juga minta doa restu untuk maju di Pilbup Gresik 2020,” ujar M Sukoiri yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik
Dia menyebut, sebelum mendaftarkan diri dalam penjaringan kandidat Pilbup di DPD Nasdem Gresik, dirinya terlebih dahulu sowan ke sejumlah kiai kharismatik. Diantaranya KH Robbach Maksum, KH Masbuhin Faqih, KH Khusnan Ali, dan KH Idris. “Alhamdulillah kedatangan saya ke para kiai tersebut mendapatkan respon yang baik,” ungkapnya.
Untuk memantapkan langkah politiknya, lanjut Sukoiri, dirinya sudah membentuk relawan dan tim sukses di seluruh kecamatan dan beberapa desa. “Beberapa bulan ini saya sendiri turun ke lapangan untuk menggalang dukungan. Termasuk rekan-rekan kades juga banyak yang mendukung,” paparnya.
Sementara itu, Sekretaris Bapilu DPD Nasdem Gresik Hasanudin Farid mengatakan, kedatangan M Sukoiri ini merupakan pendaftar ketiga dalam proses penjaringan Bacabup dan Bacawabup Gresik 2020. Sebelumnya sudah ada pendaftar bernama Tri Utomo dan H Effendy Noor yang datang lebih dulu.
“Perlu kita tegaskan bahwa pendaftar yang mengikuti proses penjaringan bacabup dan bacawabup di DPD Nasdem Gresik tidak dimintai mahar sama sekali. Karena hal itu sudah menjadi keputusan partai. Nantinya mereka akan mengikuti proses yang selektif oleh panelis dari kalangan akademisi, tokoh masyarakat dan aktivis,” pungkas Farid. ( ali)










