SURABAYA |BIDIK NEWS – Dalam rangka meningkatkan kapabilitas dan kapasitas anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota periode 2019-2024 di seluruh Jatim, DPD Partai Demokrat Jatim menggelar pendidikan dan pelatihan yang berlangsung mulai 26-30 Juli 2019 di Surabaya.
Kegiatan yang diselenggaran di Hotel Mercure Surabaya yang dibagi menjadi empat gelombang itu juga bagian dari menjalankan amanat peraturan yang dibuat Kemendagri.
“Tapi pelatihan anggota legislatif yang kita lakukan ini ditambah dengan materi tentang Partai Demokrat dan melibatkan pakar-pakar eksternal serta menggali dari dalam tentang permasalahan budaya dan basis ideologi,” ujar ketua DPD PD Jatim Soekarwo disela-sela acara, Jumat (26/7).
Ia berharap ideologi jangan sampai berhenti pada diskripsi dan tidak bisa dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Pakde Karwo sapaan akrab Soekaro mencontohkan Partai Demokrat fokus di kelompak petani dan UMKM karena 57 persen PDRB Jatim ditopang oleh sektor UMKM.
“Itu tadi hanya pancingan saya, jadi bukan harus itu. Maksudnya dialegtika mencari dan terus mencari mana yang paling tepat agar para legislator itu tetap disenangani dan dipilih oleh masyarakat,” ungkap mantan Gubernur Jatim dua periode ini.
Diakui Pakde Karwo, perjuangan di DPRD juga bergantung pada fraksi. Mengingat, kata Pakde Karwo fraksi merupakan alat kepanjangan tangan dan wajah partai, sehingga saat anggota fraksi membacakan laporan fraksi harus tahu apakah itu dibuat sendiri atau dibuatkan staf ahli fraksi.
“Karena itu saya mengusulkan kepada sekretaris dan fraksi supaya memiliki dua staf ahli dari luar dan satu dari partai,” pinta orang nomor satu di Demokrat Jatim.
Hasil dari pendidikan dan pelatihan ini, tambah Pakde Karwo nilainya bukan dikuantifikasi tapi merasa perlu dengan konsep ini sehingga menjadi tahu bagaimana semangat menggebu-gebu untuk menjadi lebih baik (rofik)











