SURABAYA l BIDIK NEWS – Dinas Perhubungan Pemprov Jatim diminta lebih menggalakkan sosialisasi tentang pentingnya keselamatan transportasi antar pulau, alasannya masih banyak masyarakat yang menggunakan perahu sebagai alat transportasi orang tidak mengindahkan kapasitas, kelayakan dan keselamatan laut. Ini ditegaskan wakil ketua komisi D DPRD Jatim M Mahdi menanggapi tenggelamnya KM Alim Jaya di perairan Sapudi dan menewaskan 20 penumpangnya.
“Kedepan itu perlu ada sosialisasi bahwa semua pemberangkatan kapal khususnya untuk transportasi itu dalam satu Dermaga Misalkan contoh di pulau-pulau itu ditentukan dermaganya . Ada penentuan dan ada pengawasan karena sebagian besar masyarakat yang dari kepulauan itu berangkatnya kadang-kadang melalui tempatnya mereka bersandar yang tidak ada pengawasannya,” kata Mahdi Jum’at (21/6/2019)
Kondisi ini perlu perhatian khusus dari pemerintah provinsi, dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk selalu mengawasi dan juga memberikan sosialisasi bahwa semua alat transportasi laut harus berangkat dari Dermaga atau dari pelabuhan. Sehingga bisa dilakukan pengawasan dan pemantauan selama perjalanan. “Sekaligus bisa menentukan apakah sesuai kapasitas
Atau tidak. Termasuk alat keselamatan jika ada sesuatu yang terjadi,” tambahnya.
Apalagi, kata Mahdi , banyak kapal yang tenggelam rata-rata karena overcapacity dari kapasitas seharusnya. Politisi yang akrab di sapa Habib Mahdi ini menyatakan, selama ini pihak dinas perhubungan sudah aktif memberi pemahaman pada masyarakat pantai, namun persoalannya masyarakat sendiri yang terkadang melanggar. “Mereka berangkatnya dari rumahnya, tidak perlu menuju ke dermaga yang ada pengawasnya sehingga itu yang sulit dipantau. Biasanya mereka satu keluarga yang berangkat itu, mereka mempunyai kapal sendiri karena lebih efektif dan lebih cepat menggunakan yang dekat rumah mereka berangkat tanpa ada pengawasan. ini yang sering menjadi kecolongan,” ungkap Mahdi.
Politisi asal PPP ini , berharap di daerah-daerah pesisir, dan daerah kepulauan lebih intens diberikan sosialisasi khususnya mendorong pemerintah provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan untuk mengadakan sosialisasi pentingnya transportasi terkait dengan Keamanan transportasi antar pulau antar pulau.
Pria asal Probolinggo yang hobi fotografer dan snorkling ini sering melihat adanya kebiasaan masyarakat pantai yang ingin menyebrang atau bersilaturhami ke saudara seberang pulau, lebih memilih menggunakam kapal nya sendiri untuk berangkat.
“Di Probolinggo misalnya banyak yang nyebrang ke Pulau Gili ketapang dan pulau pulau di Madura dengan kapal mereka sendiri,” pungkasnya.
Seperti yang sudah diberitakan, KM Alim Jaya tenggelam di perairan Giliyang Sumenep Madura senin (17/6/2019) dan menewaskan 21 orang penumpangnya. Kapal ini tenyata bukan jenis KLP (Kapal Pengangkut Penumpang) namun kapal ikan. Dan tidak memiliki ijin dalam berlayar. ( rofik)










