BIDIK NEWS | NGAWI – Selama bulan April tahun 2019 ini, Dinas Pertanian Pemerintahan Kabupaten ( Pemkab ) Ngawi melaksanakan kegiatan sosialisasi kegiatan Penerapan Pembudidayaan sesuai GAP Tembakau tahun 2019 yang bersumber dari dana DBHCHT.
Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pembinaan kepada petani tembakau untuk dapat lebih meningkatkan produktivitas tanaman tembakau
Sosialisasi dilaksanakan di 6 Kecamatan yang merupakan wilayah yang memiliki luasan areal tembakau terluas di kabupaten Ngawi.
Sosialisasi dilaksanakan dengan menghadirkan Ketua APTI Kab Ngawi selaku narasumber, diharapkan dalam sosialisasi tersebut dapat memberikan motivasi kepada para petani tembakau untuk lebih berkomitmen dalam peningkatan areal tanam dan produktivitas tembakau .
Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menilai tanaman tembakau dapat menjadi alternatif petani kala menghadapi musim kemarau panjang. Selain memiliki nilai ekonomis yang tinggi, karakteristik tembakau yang tidak membutuhkan banyak air, menjadi keunggulan tanaman tersebut dan para petani tembakau.
Kalau musim kemarau tidak bisa tanam apa-apa, tembakau bisa jadi alternatif ketika tanaman lain tidak bisa ditanam. Penanaman tembakau dimulai saat musim peralihan antara musim penghujan dan kemarau dan berakhir hingga masa peralihan ke musim penghujan.
Selama periode tanam itu, daun tembakau dari satu tanaman tembakau bisa dipanen lima hingga tujuh kali. Apabila dikelola dengan benar dan didukung oleh cuaca yang bagus, produksi per hektar lahan rata-rata bisa mencapai lebih dari 1 ton.
Kualitas daun tembakau akan lebih baik apabila cuaca panas atau curah hujannya rendah. Meskipun, tanaman ini juga masih membutuhkan air. Selain itu, kualitas pengeringan tembakau juga menjadi lebih bagus karena mendapatkan panas dari sinar matahari yang cukup.
Kepala Dinas Pertanian lr. Marsudi sampaikan, diharapkan dengan sosialisasi ini lebih memberikan motivasi untuk petani tembakau lebih meningkatkan areal tanamnya tahun ini. Karena pasar tembakau terbuka luas, dan secara analisa usaha tani ketika dikelola dengan baik, hasil dan menanam tembakau lebih besar jika dibandingkan dengan menanam padi. Diharapkan brand tembakau Karangjati akan bangkit lagi dan bisa menjadi ikon tersendiri buat komoditi perkebunan di kabupaten Ngawi. ( ekmar)











