BIDIK NEWS | PROBOLINGGO – Jawa Timur (Jatim) memiliki potensi besar bukan hanya di sektor pertanian dan perkebunan, namun juga disektor pariwisata. Melihat potensi tersebut, Bank Indonesia (BI) Jatim ikut mendorong sektor pariwisata di Jatim, khususnya bagi wisatawan manca negara (Wisman). Hal ini merupakan upaya untuk mengurangi defisit.
Meski belum maksimal, namun BI optimis dari sektor Pariwisata akan mendukung perkembangan ekonomi. Hal tersebut bisa dilihat dari pembangunan infrastruktur sebagai sarana mempermudah dalam melakukan perjalanan menuju tempat wisata.
Hal tersebut dilontarkan Difi A. Johansyah, Kepala Perwakilan BI Jatim saat pembahasan terkait Perkembangan perekonomian di Jatim yang dikemas dalam pelatihan wartawan bidang ekonomi di Probolinggo, Rabu-Kamis (30-31/1).
Tampak hadir selain Difi A. Johansyah, juga Harmanta Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, Azka Subhan Kepala BI Malang, Dery Rossianto Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi BI Jatim, Taufik Saleh Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan BI Jatim dan Djoko Raharto Kepala BI Kediri.
Dijelaskan Difi, Jatim memiliki potensi besar disektor pariwisata, seperti di daerah Probolinggo, Banyuwangi, Malang, Batu dan daerah lainnya termasuk Surabaya. “Jadi perekonomian sektor pariwisata akan meningkat dengan didukung infrastruktur yang memadai. Sehingga masyarakat akan sering berkunjung ke tempat-tempat wisata karena hanya ditempuh dengan waktu yang singkat,” ujar Difi A Johansyah.
Selain itu, lanjutnya, akan meningkat konektivitas perputaran perdagangan di pulau Jawa, terutama Jatim. Dimana arus berpindahan orang dan barang akan makin cepat dengan didukung infrastruktur jalan raya.
“Konektivitas cepat tersebut dengan sendirinya akan meningkatkan perputaran barang dan orang. Contohnya, untuk melakukan perjalanan darat dari Surabaya ke Solo yang dulunya harus ditempuh 6-7 jam. Tapi dengan adanya infrastruktur, sekarang cukup ditempuh hanya 2-3 jam,” tambah Difi.
Selain pengembangan wisata dan perdagangan, lanjutnya, BI Jatim tetap meningkatkan sektor UMKM. Dimana dari hasil UMKM, pengrajinan maupun pertanian dan perkebunan bisa di pasarkan dengan menarget para pembeli dari wisman.
“Diupayakan untuk hasil yang dikelola para UMKM, mulai dari hasil pertanian, perkebunan dan pengrajinan, kuliner, batik maupun souvenir khas Jatim bisa menjadi oleh-oleh bagi para wisman maupun turis lokal,” katanya.
Beberapa kawasan yang harus ditingkatkan dari sektor ekonomi, perkebunan dan pertanian serta pariwisata adalah Kab. Jember. Yakni di desa Kemiren yang berpotensi dari sisi perkebunan kopi. (hari)











