BIDIK NEWS | GRESIK – Jalan lingkar selatan kota Gresik yang menghubungkan Desa Prambangan, – Desa Kedanyang- Desa Banjarsari yang menjadi arus berangkat dan pulang bagi pekerja serta sekolah menjadi terganggu setelah PT Pertagas memasang pipa gas dari Bojonegoro- Gresik 2 tahun lalu, namun finishing dari pekerjaan tersebut sangat lamban, dan ketika ruas tersebut berlubang dan berlumpur, oleh sebagian masyarakat di tamami pisang di 2 tempat.
Pantauan watawan BIDIK yang melewati jalur tersebut pada jumat (14/12) terlihat jalan hotmix yang di bangun tahun 2016 sekitar 90 % rusak parah karena di gali untuk ditanami pipa diameter 80 cm, namun karena pengurukan kembali yang terkesan asal asalan, sehimgga saat dilewati kendaraan yang ada beban, maka lobang di jalur tersebut semakin dalam, dan ketika hujan turun maka menadi berlumpur, selain menjadi lembek juga menjadi licin.
Agus (45) warga perumahan Kedanyang yang hendak bekerja ke Surabaya ketika melewati jalur tersebut, sangat kaget, pasalnya jalan poros Prambangan- Kedanyang- Banjarsari sejak di gali untuk menanam pipa jalur tersebut tidak bisa di lewati, namun sekitar setahun setelah pipa tertanam , kog masih ada ruas yang belum dikembalikan seperti semula, padahal ruas kampung Kedanyang ke arah barat sudah di cor dengan beton bertulang.
” Proyek negara kog pekerjaannya sangat lamban, dan penyelesaian kembali juga lamban, makanya warga masyarakat setempat memberi tanda bahwa jalan tersebut berlumpur adalah dengan menanami dengan pohon pisang, ya sebagai pertanda bahwa jalan poros sudah seperti areal persawahan, dan biar pengendara tidak kejebur di lobang berlumpur bekas galian pipa,” jelas Agus. ( ali)







