BIDIK NEWS | Kota Batu – Ketidak tegasan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu, Arief Setiawan di dalam intern institusinya dinilai sangat merugikan para rekanan proyek yang selama ini bekerja sama di lingkungan Pemerintah Kota Batu.
Hal tersebut dikatakan tokoh pemuda Kota Batu yang sekaligus salah satu rekanan proyek di DPKPP, Endro Wahyu Wijoyono.
Menurutnya, ketidak tegasan itu tercermin dari sikap dia yang terkesan acuh dan melempar tanggungjawabnya sebagai seorang kepala dinas kepada bawahanya.
Sebagai seorang pimpinan, tambah Endro, dia seharusnya bisa mengambil sikap dan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan kedinasannya.
“Bukan malah saling melempar kebawahannya. Saya kira dia belum layak menjabat posisi kepala dinas,” kata Endro.
Kekesalan para rekanan proyek bukan tanpa alasan, sebab sampai 3 bulan setelah pekerjaan selesai, pembayaran tidak kunjung dicairkan. Disinyalir ada ratusan paket proyek PL yang belum dilunasi oleh DPKPP Kota Batu yang ditaksir bernilai ratusan miliar rupiah.
“Kepala dinas tidak kompeten dan layak dicopot dari jabatannya. Antara kadis dan kabid tidak sinkron dalam mengambil keputusan perihal proyek yang harus dikerjakan,” tandas Endro.
Menanggapi hal itu, Ketua LSM Alab-alab, Gaib Sampurno mengaku heran dan melemparkan pertanyaan bernada satire.
“Sangat heran, masak pekerjaan rampung namun rekanan masih dipersulit. Apa uangnya didepositokan?” ucapnya.
Sementara itu hingga berita ini ditulis, saat dikonfirmasi, Arif Setiawan belum memberikan jawaban terkait permasalahan ini. (Syahrul)









