Selain Jatim, pemadaman listrik juga berimbas ke Bali, bahkan hingga ke Jateng dan Jabar. (Foto : Ist)
BIDIK NEWS | SURABAYA – PLN meminta maaf atas pemadaman yang terjadi akibat gangguan pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 KV Paiton-Grati. Sehingga mengakibatkan putusnya saluran dari PLTU Paiton dan PLTU Pacitan ke sejumlah wilayah di Area Jatim, Bali hingga ke Jateng dan Jabar.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, hal ini akibat adanya gangguan sistem 500 KV Pacitan-Grati. Saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan untuk wilayah Bali sebagian besar sudah mulai normal,” ungkap Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka,” Rabu (5/9) malam.
Sebelumnya gangguan sistem kelistrikan Jawa Bali pada PLTU Paiton yang terjadi membuat pasokan listrik di Bali berkurang. Meskipun secara umum kondisi kelistrikan di Bali sudah berangsur normal, namun untuk upaya antisipasi beban puncak, PLN menghimbau agar warga bisa mengurangi pemakaian listrik untuk sementara waktu.
“Kami harapkan upaya ini mampu membantu menekan defisit daya yang mungkin terjadi hari ini serta dapat mengurangi dampak pemadaman,” pesan I Made Suprateka.
Di Jawa Barat terjadinya gangguan pada Transmisi SUTET 500 kV Paiton – Grati 1, 2 mengakibatkan sebagian kecil daerah juga mengalami pemadaman, yakni di sekitar Bandung, Bekasi, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Karawang, Purwakarta, Majalaya, Sumedang, Tasikmalaya, Depok, Gunung Putri, Sukabumi dan Bogor. Namun malam ini daerah-daerah yang terkena dampak pemadaman sudah berangsur pulih.
Pemadaman juga terjadi di sebagian kecil di sejumlah tempat di Jawa Tengah, PLN terus berupaya meminimalisir dan melokalisir dampak dari pemadaman tersebut.
Untuk informasi dan pengaduan pelanggan mengenai kelistrikan dapat menghubungi Contact Center PLN 123 melalui telepon ke (kode area), Facebook PLN 123, Twitter @pln_123, email pln123@pln.co.id, dan aplikasi PLN Mobile.
“sekali lagi kami mohon maaf dan pengertian seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan ini, kami berjanji akan melakukan dan mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki sistem agar listrik kembali normal,” kata Made.
Sementara di Jatim, Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi PLN Disjatim, Dwi Suryo Abdullah juga menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman tersebut.
Upaya untuk menekan pemadaman dilakukan dengan cara melokalisir daerah yang mengalami gangguan, sehingga tidak memperburuk kondisi yang terjadi. Upaya terus dilakukan dengan menormalkan kembali jalur yang terganggu agar energi listriknya dapat dialirkan kembali.
Langkah tersebut terus dilakukan hingga sore kemarin, dimana sebanyak 38 Gardu Induk 150 kV yang ada di Jatim seluruhnya sudah bisa masuk sistem dan mensuplai energi listrik ke pelanggan. Dan Rabu (5/9) malam pada pukul 22.18 WIB, Jatim sudah normal,” kata Dwi Suryo.
Pemadaman listrik yang terjadi di beberapa daerah di Jatim, antara lain kab Madiun, Ponorogo, Paciran, sebagian Kediri bagian Barat, Jember, Situbondo, Banyuwangi, dan seluruh pulau Madura. (hari)










