BIDIK NEWS | SURABAYA – Para insan kreatif bertemu dan saling mengembangkan pengetahuan seputar sociopreneurship dalam kegiatan bertemakan Networking Day yang digelar Kopi Kapal Api di Satu Atap Co-working Space, Surabaya, Selasa (17/7). Pada kesempatan ini, para sociopreneur yang lebih dulu sukses menggeluti usaha sosial berbagi pengalaman dan menularkan inspirasi serta menggali gagasan anak muda yang dapat memberikan dampak sosial.
Setelah hadir di kota sebelumnya dengan ragam perpaduan mentor, kali ini Networking Day menghadirkan 2 mentor program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu yang memiliki kepedulian dan kejelian melihat permasalahan sosial-ekonomi di lingkungan sekitar. Serta menjadikan pemberdayaan masyarakat menjadi solusi yang diterapkan guna peningkatan kualitas kesehatan dan pengelolaan sampah.
Setelah Ayu sapaan Azalea hadir di kegiatan serupa, kini Melia Winata yang merupakan co-founder dari usaha sosial Du’Anyam juga sekaligus mentor program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu menceritakan asal mula menjalani sociopreneurship.
Du’Anyam merupakan usaha sosial yang didirikan 3 sahabat, yakni Azalea Ayuningtyas, Melia Winata, dan Hanna Keraf yang berfokus untuk memberdayakan dan meningkatkan kesehatan para ibu di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui kegiatan menganyam lontar.
Seiring berjalannya waktu, Du’Anyam tidak hanya memberdayakan para ibu saja, melainkan juga para generasi perempuan yang lebih muda agar kegiatan menganyam lontar ini dapat terus dilestarikan. Saat ini, Du’Anyam telah membina lebih dari 450 ibu dan perempuan muda di 17 desa di Flores Timur, NTT.
Saat membagikan pengalamannya, Melia menceritakan kondisi para ibu di NTT yang bekerja di ladang untuk mencari nafkah, bahkan saat hamil sekalipun, serta kurangnya akses terhadap uang tunai yang menjadi faktor permasalahan kesehatan ibu dan anak di NTT. Du’Anyam hadir untuk memberikan alternatif pekerjaan melalui kegiatan anyaman, guna memberikan tambahan pendapatan dan akses kesehatan yang lebih baik untuk para ibu.
“Du’Anyam hadir bagi para wanita di NTT bukan untuk mengganti kegiatan utama mereka. Kami hanya memberi kesempatan untuk melakukan pekerjaan alternatif. Para wanita kami berikan kompensasi sesuai dengan jumlah produk jadi yang dapat mereka hasilkan,” ungkap Melia yang menjadi penanggung jawab pemasaran Du’Anyam.
Melia pun berbagi kiat dalam menjalankan sebuah usaha sosial. “Memperhatikan keberlanjutan adalah hal yang sangat penting dalam menjalankan suatu usaha sosial, salah satu cara yang kami lakukan untuk menjaga keberlanjutan dengan mengajarkan para ibu untuk menciptakan produk yang unik, fungsional, berkualitas sehingga bisa diterima dengan baik oleh pasar,” katanya.
Kisah inspiratif juga diceritakan oleh mentor program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu asal Surabaya, Vania Santoso, yang memberdayakan masyarakat dari kelompok marjinal sebagai pengrajin di heySTARTIC, sebuah usaha sosial yang menginovasikan produk daur ulang.
Sejak duduk di bangku SMP, Vania dan kakaknya, Agnes telah aktif dalam proyek sosial kepedulian lingkungan. Vania pun tergugah untuk fokus pada pengelolaan sampah yang bisa membuat orang bangga memakainya, seperti inovasi daur ulang kertas semen yang hasil akhirnya menyerupai kulit.
“Kami berpikir keras untuk mencari cara agar proyek sosial bisa menjadi sebuah usaha sosial yang bekelanjutan. Kendala terbesar pada proses pemasaran, karena untuk di Indonesia sendiri, produk sampah masih sering dipandang sebelah mata. Akhirnya kami mulai mengembangkan produk-produk fashionable dengan merek heySTARTIC, Artistic Eco-fashion,” cerita Vania.
Awalnya, Vania kesulitan membangun bisnis berbasis sosial ini. Sebab materi bisnis pada umumnya hanya fokus mengejar keuntungan. Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman dari ikut-ikut lomba/konferensi, dia mulai bertemu para mentor dan sesama pebisnis sosial lainnya. Sehingga dapat mengembangkan model bisnis yang tepat untuk menghasilkan keuntungan sambil memberi dampak sosial yang lebih besar lagi bagi masyarakat.
“Dari situ saya sadar pentingnya support-system yang mendukung. Buat kalian yang baru akan memulai sebuah usaha sosial, perbanyaklah pengalaman. Jangan ragu mengikuti kegiatan inspiratif seperti ini dan buat nyata gagasan yang kamu miliki lewat support-system yang disediakan di Secangkir Semangat ini,” pesannya.
Surabaya menjadi kota ke-5 yang dihampiri. Sebelumnya, Networking Day telah hadir di Bandung bersama mentor program Iwet Ramadan (Co-founder JKTCreative) dan Titin Agustina (Founder Kraviti), di Yogyakarta bersama mentor programHelga Angelina (Founder Burgreens) dan Andhika Mahardika dan Asri Saraswati (Founder Agradaya).
Sedangkan di Jakarta bersama mentor program Leonard Theosabrata (Founder Indoestri Makerspace) danDenica Flesch (Founder SukkhaCitta); serta di Semarang bersama mentor program Azalea Ayuningtyas (Founder Du’Anyam) dan Deasy Esterina (Founder Kreskros).
Bagi anak muda Malang bersiaplah, karena Networking Day akan hadir dan menyapa anak muda Malang, Kamis (19/7) bersama mentor program Leonard Theosabrata (Founder Indoestri Makerspace) dan Nur Cholidah dan Noor Fadillah (Founder House of Diamonds).
“Sejak pendaftaran dibuka secara resmi 1 Juni 2018 lalu, Networking Day menjadi kegiatan pembuka dari rangkaian program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu. Tujuan dari program ini untuk menggali dan menemukan ide kreatif yang berkesempatan diwujudkan secara nyata dengan proses mentoring dari para sociopreneur sukses.
Program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu menjadi bukti nyata dari komitmen Kapal Api dalam mendukung pertumbuhan sociopreneurship di Indonesia. “Kami sangat berharap dapat menemukan sosok-sosok sociopreneur yang dapat memberdayakan diri dan masyarakat, agar dapat membantu mengentaskan permasalahan sosial-ekonomi,” ungkap Group Brand Manager PT Santos Jaya Abadi, Johnway Suwarsono.
Setelah Networking Day, kegiatan di 6 kota besar di Indonesia selanjutnya apprenticeship (23-27 Juli 2018) yang pendaftarannya sudah dibuka dan dapat diakses diplatform : www.secangkirsemangat.id.
5 anak muda terpilih yang tertarik terhadap wirausaha sosial di setiap kota berkesempatan untuk mengalami dan merasakan langsung dinamika kerja di lokasi usaha sosial para mentor.
Didukung oleh sociopreneur Indonesia yang sukses di bidangnya, rangkaian program dan gerakan wirausaha sosial Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu akan berlangsung hingga Februari 2019. Seluruh muda mudi Indonesia berusia 20-35 tahun dapat mendaftarkan proposal usaha sosialnya melalui platform : www.secangkirsemangat.id.
Hingga saat ini sudah masuk lebih dari 500 proposal usaha sosial dan pendaftaran masih dibuka sampai 30 September 2018. Di akhir periode program, peserta dengan nilai kompetitif terbaik akan ditetapkan sebagai pemenang dengan hibah modal usaha hingga Rp 250 juta dan kesempatan mentoring bersama Yoris Sebastian, Founder & Creative Thinker OMG. (hari)










