BIDIK NEWS | Surabaya – Gelombang aksi protes yang di lancarkan oleh berbagai elemen masyarakat melalui aksi unjuk rasa, terjadi kembali hari ini di Surabaya. (25/05/2018)
Ratusan massa dari Forum Masyarakat Peduli Jatim (FMPJ) kembali harus turun ke jalan mendatangi kantor DPW PKS Jawa Timur di Jl. Gayungan karena merasa para elit PKS telah mengeluarkan statement yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Aksi damai yang melibatkan beberapa elemen masyarakat ini menuntut agar tidak mencampur adukan masalah agama dengan politik yang seiring memanas akhir-akhir ini.
Chandra salah seorang orator yang menyampaikan 8 butir tuntutan di depan kantor DPW PKS Jawa Timur kali ini mengatakan bahwa mereka merasa sangat perlu untuk memprotes apa yang sudah disampaikan oleh para elit PKS terkait terjadinya tragedi bom di Surabaya.
” Kami menuntut para petinggi PKS agar bisa membina atau kalau perlu memecat para kadernya yang sudah membuat statement bahwa kejadian bom di Surabaya adalah settingan, rekayasa, dan pengalihan isu, buktikan kalau memang ada rekayasa atau settingan apalagi pengalihan isu,” katanya berapi-api.
” Bukannya memberikan bela sungkawa malah menuduh yang bukan-bukan, ” imbuhnya.
Lebih lanjut menurut pria berperawakan gempal ini, seharusnya partai PKS melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksinya saja, sebagai wadah untuk memberikan pembelajaran politik yang baik dan benar kepada masyarakat dengan menciptakan iklim yang kondusif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang berlandaskan Pancasila.
Seperti diketahui sebelumnya, pasca terjadinya pengeboman berantai di beberapa tempat ibadah (gereja) dan Mapolrestabes Surabaya, para elit PKS mengatakan bahwa tragedi bom tersebut adalah pengalihan isu.
Sebelum FMPJ melakukan aksu unjuk rasa ini, sehari sebelumnya kantor DPW PKS tersebut sudah di datangi oleh organisasi mahasiswa. Terkait hal yang sama.
Lebih kurang 1 jam lamanya orator bergantian, karena di rasa tidak akan di temui oleh pengurus DPW PKS Jatim. Para pengunjuk rasa akhitnya memutuskan melanjutkan aksi mereka dengan mendatangi DPRD Jatim Jl. Indra pura.
Setelah dirasa cukup menyampaikan tuntutannya di depan kantor DPRD Jatim. Para demonstran akhirnya memutuskan mengakhiri aksi damai mereka hari ini. (jak)











