BIDIK NEWS | SURABAYA – Bank Indonesia (BI) fokus melakukan sosialisasi Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Kali ini BI menggandeng Bank Jatim mensosialisasikan GPN ke awak media Surabaya, Selasa (8/5).
Yudi Harymukti Kepala Grup Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah, Layanan dan Admimistrasi (SP, PUR & LA) memaparkan tujuan sosialisasi. Dia mengatakan, peluncuran GPN itu sebagai wujud interkoneksi dan dioperasikannya sistem pembayaran nasional.
“GPN ini memberi manfaat bahwa setiap traksaski yang dilakukan oleh nasabah mudah dilakukan di mana saja. Tidak perlu mencari device ATM atau edisi bank yang dia miliki. ATM yang ada bisa memproses bisa segala macam kartu yang diterbitkan oleh nasabah,” jelas Yudi saat bincang bareng media Surabaya, Selasa (8/5).
Selain itu, kata Yudi, transaksi menggunakan GPN mampu meningkatkan perlindungan konsumen, antara lain melalui pengamanan data transaksi nasabah dalam setiap transaksi. GPN juga memberikan dukungan penuh bagi program-program pemerintah.
“Termasuk penyaluran bantuan sosial non tunai, seperti di jalan tol dan transportasi publik,” ungkapnya.
Transaksi debit menggunakan GPN, lanjut Yudi, dapat dikenai merchant discount rate (MDR) atau angka yang dibebankan kepada merchant. Angkanya dikisaran 0,15 persen sampai 1 persen.
“Untuk transaksi on us dikenakan 0,15 persen, sementara untuk off us dikenakan 1 persen. Sebelum GPN, biaya yang dikenakan sekitar 1,6 persen sampai 2,6 persen,” imbuhnya.
Tahapan saat ini, kartu GPN masih dalam proses. Sejumlah bank juga telah memperoleh ijin untuk pencetakan kartu.
“Saya yakin dan optimis, target akhir Maret ini, mereka sudah mendapat kartu dan segera diedarkan. Tapi tentunya belum menyeluruh, kita masih terus lakukan sosialisasi. Maksimal hingga 2022, semua dapat terealisasi seluruhnya,” pungkasnya. (Hari/Rinto)










