• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
Home PENDIDIKAN

Presentasikan Kurikulum Berbasis Kedaerahan di Thailand

Ida by Ida
8 years ago
in PENDIDIKAN
Reading Time: 2 mins read
0
Presentasikan Kurikulum Berbasis Kedaerahan di Thailand 1
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BIDIK NEWS | SURABAYA – Bukan hanya mengejar nilai akademik di bangku perkuliahan, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) juga dituntut untuk mengasah softskill melalui keikutsertaan dalam forum-forum akademik lintas negara. Ialah Muhammad Risyad Fahlefi, mahasiswa Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang baru saja mengikuti konferensi bertajuk 4th nternational Conference on Education di Bangkok, Thailand, 5-7 April lalu.

Dalam event yang dihelat The International Institute of Knowledge Management (TIIKM) itu, Risyad mempresentasikan gagasannya dengan judul “Development for Regional Based Curriculum to Optimize Student Potential of Indonesia”. Makalahnya berisi gagasan pengembangan kurikulum berdasarkan kondisi masyarakat Indonesia yang multikultur, yaitu kebijakan kurikulum pendidikan berbasis kedaerahan.

“Di Indonesia, sudah 11 kali pemerintah mengganti kurikulum pendidikan. Hal ini diidentifikasi bahwa Indonesia masih sulit untuk menemukan formula kebijakan kurikulum pendidikan yang pas untuk diterapkan. Hal ini dikarenakan kondisi latar belakang dan kebutuhan pelajar yang sangat beragam,” tutur Risyad bertutur tentang latar belakang gagasan makalah yang Dia buat.

Sedangkan kurikulum berbasis kedaerahan yang digagas Risyad diakui memiliki sejumlah manfaat. Pertama, The Backgrounds, adanya latar belakang dan kebutuhan yang berbeda oleh pelajar di Indonesia, menuntut agar pemerintah dapat menyesuaikan kebijakan kurikulum pendidikan dengan realita yang ada. Gagasan itu dapat menjadi pilihan atas permasalahan yang ada.

Kedua, lanjut Risyad, kondisi masyarakat Indonesia yang multikultur bisa menyebabkan disintegrasi sosial. Pendidikan sebagai wujud tindakan preventif bagi ancaman disintegrasi bangsa.

“Kurikulum pendidikan berbasis kedaerahan yang diangkat sebagai solusi dapat menciptakan kesadaran akan multikultural,” jelas mahasiswa yang aktif di organisasi BEM FISIP, Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik, dan BSO SKI FISIP itu.

Ketiga, contextual learning. Risyad mengutip pendapat para ahli bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tidak memisahkan antara kondisi sosial, ekonomi, politik, dan budaya di sekitar. Sehingga, lanjutnya, pelajar bisa mengerti sekaligus mempertahankan dan melakukan eksplorasi diri.

Selama di Bangkok, banyak pengalaman yang didapat Risyad. Ia bertemu peserta dari beragam latar belakang. Seperti para akademisi, pengambil kebijakan, praktisi, dan mahasiswa seperti dirinya.

Konferensi itu diikuti peserta tak kurang dari 34 negara. Seperti Indonesia, Inggris, Amerika Serikat, Filipina, Belgia, Singapura, Australia, Turki, Bangladesh, Malaysia, Pakistan, Cyprus, Uni Emirat Arab, Lithuania, Afrika Selatan, China, Russia, Oman, Sri Lanka, Bahrain, Swiss, India, Nigeria, Brunei Darussalam, Jepang, Taiwan, Irak, Yordania, dan Kuwait.

“Acara konferensi ini memberikan pengalaman bagi saya untuk berbicara dalam forum internasional dan juga memberikan pengetahuan lebih untuk membuat sebuah penelitian yang lebih baik lagi,” ucap Risyad.

Sebelumnya, mahasiswa semester 4 kelahiran Surabaya, 4 Agustus 1997 itu tercatat pernah mengikuti forum di tingkat internasional. Tepatnya pada Februari 2018 lalu ia mengikuti kegiatan pelatihan kepemimpinan yang diselenggarakan di Univesity of Malaya-Wales. Namun, dalam hal konferensi, konferensi di Bangkok ini adalah yang pertama baginya. (hari)

Teks : Muhammad Risyad Fahlefi menerima sertifikat sebagai presenter dalam acara 4th International Conference on Education di Bangkok, Thailand, 5-7 April lalu. (Foto : Ist)

Related Posts:

  • pelepasan kkn
    Terapkan 9 Skema KKN, 1.350 Mahasiwa Unair Siap…
  • WhatsApp Image 2025-08-28 at 14.09.43
    Unitomo Raih Akreditasi Unggul Prodi S1 & S2 Ilmu…
  • IMG-20181115-WA0050
    Melalui ICTE, Unusa Motivasi Mahasiswa Miliki Jiwa…
  • rektor
    Rektor Unair Kukuhkan 3 Guru Besar Baru
  • IMG-20231003-WA0084
    Tingkatkan Kontribusi, Unair Tambah 7 Gubes Baru
  • unair
    Konferensi Keperawatan Unair Fokus Hadapi Revolusi…
Previous Post

8 Kali Tak Bisa Hadirkan Saksi Pelapor, Jaksa Malah Cengar-Cengir.

Next Post

AXIS Dukung Kompetisi KASKUS Battleground Mobile Games 

Ida

Ida

RelatedPosts

PLN UIT JBM Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri Tanpa Pemadaman
EKBIS

PLN UIT JBM Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri Tanpa Pemadaman

by Haria Kamandanu
19/01/2026
0

KEDIRI | bidik.news - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui Unit Pelaksana...

Read moreDetails
Tahun 2025, Nilai Ekspor Banyuwangi Tembus Rp. 3,9 Triliun

Tahun 2025, Nilai Ekspor Banyuwangi Tembus Rp. 3,9 Triliun

19/01/2026
Rombongan Pesilat Pulang, Jalur Kediri Kota Dijaga Ketat Polisi

Rombongan Pesilat Pulang, Jalur Kediri Kota Dijaga Ketat Polisi

18/01/2026

Bank Jatim Bersama dengan Seluruh Bank Anggota KUB Lakukan Pengesahan RSTI 2026-2029

18/01/2026

Peringati Natal Mepet Tambak, Pdt.Dr.Unggul Gunardi: Kehadirat Tuhan Yesus Dimana Saja

18/01/2026

DJKA & KAI Commuter Perpanjang Layanan Commuter Line hingga Stasiun Probolinggo

17/01/2026
Next Post
AXIS Dukung Kompetisi KASKUS Battleground Mobile Games 

AXIS Dukung Kompetisi KASKUS Battleground Mobile Games 

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

PLN UIT JBM Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri Tanpa Pemadaman

PLN UIT JBM Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri Tanpa Pemadaman

19/01/2026
Tahun 2025, Nilai Ekspor Banyuwangi Tembus Rp. 3,9 Triliun

Tahun 2025, Nilai Ekspor Banyuwangi Tembus Rp. 3,9 Triliun

19/01/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.