BIDIK NEWS | BATU – Bonus demografi diprediksi memuncak pada tahun 2020-2030 yang merupakan tonggak awal sejarah perjalanan bangsa. Pada masa itu populasi warga Indonesia didominasi usia produktif dengan grafik tertinggi mencapai 70% dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia. Bonus demografi mendapat perhatian Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berkunjung ke Kota Batu pada Selasa malam (3/4) dalam rangkaian kegiatannya Sambang Jatim.
“Usia produktif diprediksi mencapai 70%, artinya human resource melimpah,” kata AHY.
Meningkatnya jumlah usia produktif tanpa tata kelola yang baik akan menyebabkan gejolak sosial. Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019 Partai Demokrat itu mengatakan fenomena ini bukan jaminan mutlak memajukan bangsa jika tanpa disertai kualitas generasi muda yang menjadi lokomotif penggerak pembangunan bangsa.
“Kuantitas tanpa kualitas tak berarti apapun. Oleh karena itu tingkatkan SDM kita dan perkuat karakter kita,” cetus dia.
Sambang Jawa Timur merupakan agenda politik AHY mengunjungi 17 kota/kabupaten Provinsi Jawa Timur untuk berinteraksi dengan masyarakat. Ia mengatakan ingin menyapa dan menjaring aspirasi dan memahami kondisi masyarakat Jawa Timur. AHY menilai potensi Jawa Timur tak hanya sumber daya alam semata, namun diimbangi pula dengan sumber daya manusia berkualitas.
Lebih lanjut ia mengatakan generasi muda perlu bersama-sama saling menginspirasi dan memotivasi untuk mewujudkan Indonesia lebih baik di era persaingan global. Era globalisasi tahap 4.0 ditandai dengan kemutakhiran teknologi informasi dan komunikasi sebagai produk intelegensi artifisial. AHY mengatakan kemajuan teknologi merubah pola interaksi komunikasi antar individu dan mengambil peranan pengganti kerja manusia.
“Teknologi membawa permasalahan sendiri jika tidak digunakan secara cerdas. Kita sangat kebergantungan pada teknologi. Saat ini sering bertebaran berita hoax, jangan sampai menjadi generasi penyebar fitnah,” papar anak sulung Presiden ke-6 RI.
Sebagai fungsionaris Partai Demokrat, agenda Sambang Jawa Timur yang dimotori AHY sekaligus momentum mengonsolidasikan seluruh kader Demokrat di Jawa Timur untuk meningkatkan moril perjuangan untuk meraih kesuksesan di pentas Pilkada Jawa Timur 2018 dan menyongsong Pemilu 2019 nantinya.
Sementara itu mengenai pertarungan di Pilpres 2019, AHY masih menakar realitas politik saat ini yang menetapkan ambang batas pencalonan presiden/wakil presiden sebesar 20 persen kursi atau 25 persen suara sah nasional pada Pemilu 2014 silam. Pada Pemilu 2014 lalu, Partai Demokrat meraup perolehan suara sah nasional dengan jumlah 10,19 persen dan jumlah kursi di DPR RI sebesar 10,9 persen. Perihal prasyarat pencalonan kandidat Pilpres 2019, AHY mengatakan perlu koalisi parpol agar bisa melenggang sebagai kandidat di Pilpres 2019.
“Kalau ada amanah dari masyarakat luas yang berharap saya menjadi alternatif dalam kontes Pilpres 2019, perlu dicermati pula prasyarat utama sebesar 20 persen. Setinggi apapun elektabilitasnya jika tidak mengantongi tiket 20 persen maka tidak akan mungkin maju tanpa berkoalisi,” terang AHY. (Didid)
Teks : Anitha penyandang disabilitas yang tergabung dalam komunitas Shinning Tuli memandu AHY memeragakan bahasa isyarat saat berkunjung ke Kota Batu pada Selasa malam (3/4). (foto:ist)











