BIDIK NEWS | SIDOARJO – Ratusan pelajar SMA di Sidoarjo dan pemuda NU mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kab. Sidoarjo selama 2 hari, Rabu-Kamis (15-16/3) di aula lt 4 gedung RSI SITI Hajar Sidoarjo. Palatihan jurnalistik ini selain untuk menimba ilmu tentang penulisan berita, juga diharapkan bisa menjadi tameng banyaknya beredar berita hoax, terutama yang berdar di masyarakat melalui media sosial yang belakangan ini marak.
Ketua IPNU Sidoarjo, Fahrizal Muafi mengatakan, kegiatan ini mampu menanggulangi berita-berita hoax yang selama ini banyak beredar di masyarakat. “Kami ingin kegiatan ini mampu menangkal berita hoax yang banyak beredar di masyarakat, dan para pelajar ini bisa lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial,” katanya.
Fahrizal menyampaikan, dalam penulisan jurnalistik jangan sampai dimanfaatkan untuk tujuan kelompok tertentu atau memutarbalikkan fakta seperti berita hoax dengan data pendapat subjek tinggi. “Peserta pelatihan jurnalistik digelar 2 hari, hari pertama diikuti palajar tingkat SMA se Kab. Sidoarjo. Hari ke-2 diikuti oleh peserta pemuda, terutama kalangan intern NU yang pesertanya melebihi target yang kita tentukan, yakni 75 peserta,” ujarnya
Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Sidoarjo, Heri Soesanto yang membuka acara mengatakan, ilmu yang didapatkan ini bisa dipergunakan dengan sebaiknya mulai dari mencari, mengolah dan mepublikasikan dalam sebuah berita. “Tatkala menulis juga ada undang-undang berlaku, yaitu undang-undang pers, dan tulisan tersebut harus bisa dipertanggung jawabkan,” ujar Heri.
Heri juga mendorong kepada pelajar untuk mempromosikan wisata lewat media sosial maupun tulisan yang dibuat. “Hal itu karena di Sidoarjo ini banyak terdapat tempat wisata seperti Lumpur Sidoarjo, Candi Pari, Wisata Belanja Tanggulangin dan juga lokasi-lokasi yang lainnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini sudah zamannya untuk berdaya saing, bukan hanya dari kabupaten sekitar, tetapi juga dengan negara lain dalam pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN seperti sekarang ini. “Karena itu, potensi tersebut harus terus dikembangkan, agar Kab. Sidoarjo ini bisa lebih dikenal dunia luar lebih baik dari sekarang,” pungkasnya. (zainul)
Teks : Heri Soesanto saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara pelatihan. (Foto : zainul)









