BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Komunitas wartawan Koran, Online, Majalah dan Televisi (Koma Vision) Banyuwangi mengadukan kasus pengusiran wartawan saat liputan oleh petugas Satpol PP kepada DPRD Banyuwangi.
Perwakilan Koma Vision Banyuwangi, Choiri Kurnianto mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan masalah ini ke DPRD, dan diterima langsung oleh Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, Senin (18/02).
Menurutnya, Ketua DPRD prihatin dan menyayangkan dengan adanya kejadian pengusiran wartawan oleh petugas satpol PP tersebut. Dia berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
”Saya harap hal ini tidak terjadi lagi,” ucap Choiri menirukan ucapan Ketua DPRD.
Dijelaskan Choiri, pihaknya menyampaikan permasalahan ini kepada DPRD, dengan maksud agar tidak terjadi lagi arogansi petugas Satpol PP ataupun yang lain, yang semena-mena melakukan pengusiran terhadap wartawan saat liputan.
“Saya atas nama pribadi dan sebagai perwakilan Koma Vision merasa prihatin dengan kejadian ini, mudah-mudahan hal ini tidak terjadi lagi,” imbuh Choiri.
Namun Choiri menyayangkan, disaat pihaknya berjuang melakukan pembelaan, Pendik Riyatno selaku korban pengusiran wartawan meminta kepadanya agar permasalahan ini tidak diperpanjang.
“Saya menyadari hal itu, karena mungkin yang bersangkutan yaitu Pendik ada kebimbangan, karena selain mengadu kepada kita, dia mengaku sudah bertemu dengan organisasi media lainnya, dan mungkin juga sudah bertemu salah seorang petugas Satpol PP,” jelasnya.
Meskipun demikian, lanjut Choiri, Koma Vision akan terus berjuang sebagai bentuk keprihatinan, agar tidak ada lagi korban-korban pengusiran lainnya.
“Kejadian ini seharusnya menjadi tanggung jawab panitia, karena tidak becus, apalagi masalah ini terjadi saat peliputan salah satu agenda Banyuwangi festival yang notabene bisa mendongkrak wisatawan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, komunitas wartawan Koma Vision Banyuwangi, mengecam tindakan petugas Satpol PP Banyuwangi yang menghalangi tugas wartawan saat melakukan peliputan.
Ironisnya, Kepala PP Banyuwangi, Edy Supriyono, saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp telepon selulernya mengaku tidak mengetahui akan kejadian tersebut.
Kejadian itu terjadi saat korban Pendik Riyatno melakukan tugas peliputan acara Festival Angklung Caruk, Sabtu (17/02).(nng)
Teks : anggota komunitas wartawan Banyuwangi. (foto:ist)











