BIDIK NEWS | SURABAYA – Kaburnya Dr. Bagoes hingga menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) oleh Kejaksaan hingga saat ini masih menjadi misteri. Pasalnya apakah Kaburnya Dr. Bagoes ini ada rekayasa pihak – pihak tertentu atau ketakutannya untuk menghadapi proses hukum dalam kasus korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat atau P2SEM.
Namun Misteri kaburnya Dr. Bagoes terpidana vonis 28 tahun 6 bulan pada saat Bidik News menemui di lapas Porong Sidoarjo. Dr. Bagoes menceritakan keterlibatanya dalam kasus korupsi ini yang harus menjalani putusan yang sangat berat sekali, ” Saya ini bukan pengambil kebijakan dalam program ini, saya hanya penerima semua proposal yang diajukan anggota dewan, saya bukan penentu, ” ujarnya dengan nada kecewa.
Sedangkan saat ditanya mengenai kaburnya hingga msnjadi DPO yang dituding ada rekayasa , ” Pada saat kasus ini terungkap, memang banyak pihak yang menekan saya, bahkan mengancam saya, salah satunya akan menculik anak saya ,” tandasnya. Walaupun Dr. Bagoes sendiri tidak menyebut nama yang mengancam.
Pada saat itu anak saya satu – satunya baru berusia enam tahun. Bahkan Dr. Bagoes menjelaskan keberadaannya di Malayasia, ” Saya ke Malayasia bersama istri dan anak saya itu resmi tanpa memalsukan dokumen resmi keimigrasian . ” ujarnya (Imron










