GRESIK I bidik.news – Pemerintah Desa (Pemdes) Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, kembali menggelar tradisi sedekah bumi, Sabtu (19/9/2026). Tahun ini, kegiatan digelar secara sederhana karena hasil panen warga mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Tidak seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, sedekah bumi kali ini tidak diwarnai kirab tumpeng raksasa yang terbuat dari ribuan ikan bandeng panggangan. Meski demikian, tradisi tahunan tersebut tetap berlangsung dengan penuh semangat dan melibatkan masyarakat.
Kepala Desa Tambak Beras, Wahyudi, SE, mengatakan keputusan untuk menggelar sedekah bumi secara sederhana merupakan kesepakatan bersama warga. Kondisi hasil panen yang menurun menjadi salah satu pertimbangannya.
“Sedekah bumi yang dilakukan kali ini memang tidak semeriah tahun lalu. Ini karena hasil panen warga tahun ini menurun. Warga sepakat tahun ini kegiatan sedekah bumi tanpa harus kirab tumpeng dari ikan bandeng. Yang penting tetap penuh semangat,” kata Wahyudi.
Menurut Wahyudi, sekitar 70 persen lahan pertanian di Desa Tambak Beras merupakan tambak ikan bandeng. Tahun ini, hasil panen bandeng mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk tetap melaksanakan tradisi sedekah bumi. Selain kenduri, hiburan wayang kulit juga tetap digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Wahyudi menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah mendukung pelaksanaan sedekah bumi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia serta jajaran Muspika Kecamatan Cerme yang turut hadir.
“Dalam rangka kegiatan sedekah bumi ini kami mengucapkan terima kasih kepada warga, khususnya Ketua Panitia Sedekah Bumi, Pak Yusuf. Juga kepada Muspika Cerme yang turut hadir,” ujarnya.
Wahyudi menjelaskan, sedekah bumi merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun. Tradisi tersebut tidak hanya dilaksanakan di Tambak Beras, tetapi juga di sejumlah desa lain di Kabupaten Gresik.
Ia berharap sedekah bumi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala rezeki yang diberikan.
“Semoga sedekah bumi ini menambah keberkahan bagi warga Tambak Beras. Mudah-mudahan semakin diberi kelimpahan,” harapnya.
Maksimalkan Sisa Masa Jabatan
Dalam kesempatan tersebut, Wahyudi juga menyampaikan komitmennya untuk memaksimalkan sisa masa jabatan sebagai Kepala Desa Tambak Beras.
Diketahui, Wahyudi telah memimpin Desa Tambak Beras selama dua periode. Masa jabatannya dijadwalkan berakhir pada akhir 2027.
“Barangkali pada periode ini kami ada kesalahan, mohon dimaafkan,” ucap Wahyudi di akhir sambutannya.
Sementara itu, Camat Cerme H. Umar Hasyim, MM, mengapresiasi berbagai capaian pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan Desa Tambak Beras selama kepemimpinan Wahyudi.
Menurut Hasyim, cukup banyak keberhasilan yang telah dicapai desa tersebut. Ia juga menilai Wahyudi cukup intens melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Cerme.
“Bahkan meski tahun ini tidak ada BK, pembangunan juga tetap berjalan,” kata Hasyim.
Hasyim menambahkan, tradisi sedekah bumi tidak hanya dilaksanakan oleh masyarakat Tambak Beras. Sejumlah desa di Kabupaten Gresik juga memiliki tradisi serupa sebagai bentuk rasa syukur sekaligus sarana mempererat kerukunan warga.











