SIDOARJO l bidik.news – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan melalui program Koperasi Desa Kelurahan (KDK) Merah Putih. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa, mengungkapkan hingga kini ribuan gerai Koperasi Merah Putih sedang dibangun dan sejumlah pengurus sudah mengikuti pelatihan intensif.
“Sekitar 4.200 gerai sedang dibangun oleh teman-teman TNI melalui Kodim. Progresnya bermacam-macam, ada yang baru 20 persen, ada yang hampir selesai, dan ada delapan gerai yang sudah selesai. Gerai-gerai ini diharapkan bisa langsung diisi dan menjalankan aktivitas teman-teman di KDK Merah Putih,” jelas Endy pada Jumat (23/1/2026).
Program Koperasi Merah Putih ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah karena mendapat arahan langsung dari Presiden untuk memotong mata rantai distribusi yang panjang, sehingga bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak dapat tersedia dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kooperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini memang memutus mata rantai distribusi yang panjang. Harga barang di gerai pastinya mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga lebih murah dibanding di pasar tradisional. Distribusinya langsung dari Bulog, Food ID, BUMN, dan sinergi Gula Nusantara (SGN), sesuai arahan Ibu Gubernur,” kata Endy.
Endy mengatakan, tidak hanya pembangunan gerai, Pemprov juga fokus pada pelatihan pengurus koperasi. Hingga kini, sebanyak 16.167 orang pengurus telah mendapatkan pembekalan terkait prinsip perkoperasian, wirausaha, dan entrepreneurship.
“Pelatihan mencakup bagaimana memulai usaha dan menjalankan kewirausahaan. Banyak profesional dari kampus maupun Dekopin dilibatkan untuk mengajari para pengurus berpikir bagaimana memanfaatkan peluang usaha yang sudah disiapkan pemerintah. Tujuannya, mereka tidak hanya paham teori koperasi, tapi juga mampu menjalankan usaha secara nyata,” jelas Endy.
Menurutnya, program ini sekaligus menjadi upaya memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan kapasitas pengurus koperasi, dan memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga wajar melalui gerai Koperasi Merah Putih.
Dengan pembangunan gerai yang terus berjalan dan pelatihan pengurus yang masif, Pemprov Jatim berharap program Koperasi Merah Putih bisa menjadi model koperasi modern yang efisien, mandiri, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat desa dan kelurahan.
Seperti diketahui, Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menyatakan sebanyak 27.191 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih tengah dibangun dan ditargetkan siap beroperasi pada April 2026.
Dalam jumpa pers di Jakarta, Ferry menjelaskan, pembangunan mencakup bangunan fisik koperasi, gudang, dan perlengkapan pendukung. Selain itu, pengawas, pengurus, dan sistem informasi manajemen koperasi juga tengah dipersiapkan agar koperasi bisa langsung beroperasi setelah fisik rampung.
“Insyaallah Maret atau paling lambat April sudah selesai bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya,” ujarnya.
Program ini merupakan tahap pertama dari target 80 ribu koperasi Merah Putih hingga akhir 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meluncurkan program tersebut pada Juli 2025. Setelah tahap pertama selesai, koperasi akan diuji coba secara bertahap sebelum mencapai target akhir.
Ferry menekankan, koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat kemandirian masyarakat, dan mendukung pemerataan ekonomi nasional. ( Rofik )











