SIDOARJO l bidik.news – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, secara resmi meresmikan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Buah Delima di Sidoarjo pada hari Jumat ( 23/1/2026 ).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan potong tumpeng yang disaksikan oleh seluruh pegawai rumah sakit serta ratusan bidan dari berbagai wilayah di Sidoarjo.
Kedatangan Wamenkes disambut meriah. Selain acara seremonial, Wamenkes berkesempatan meninjau langsung fasilitas rumah sakit, mulai dari ruang rawat, unit kebidanan, hingga ruang pelayanan kesehatan lainnya.
Kehadiran beliau menjadi momentum penting bagi RSIA Buah Delima untuk meningkatkan layanan, termasuk rencana menjadi rumah sakit tipe D sesuai standar nasional dan kepesertaan BPJS.
Dalam sambutannya, Wamenkes menekankan dukungan pemerintah terhadap pelayanan bidan yang telah mengabdi lebih dari 26 tahun.
“Kami datang untuk mendukung rumah sakit ini, termasuk jika ada kekurangan fasilitas atau perizinan, agar bisa melayani pasien BPJS selain pasien umum,” ujar dr. Benjamin pada Jumat ( 23/1/2026).
Pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Timur akan memastikan seluruh kebutuhan rumah sakit, baik fasilitas maupun prosedural, terpenuhi.
“Apa-apa yang kurang ya kami bisa bantu, karena dampaknya langsung terhadap angka kematian ibu yang masih tinggi di Indonesia, yaitu 189 per 100 ribu ibu. Target kita adalah menurunkannya ke 77 per 100 ribu,” tegasnya.
Selain angka kematian ibu, Wamenkes juga menyoroti angka kematian bayi yang masih tinggi, yaitu 12,2 per seribu kelahiran.
“Tanpa peran bidan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan rumah sakit ibu dan anak, target ini sulit tercapai. Maka saya datang untuk mendukung RSIA Buah Delima,” tambahnya.
Pria kelahiran Malang itu mengatakan, tenaga medis di RSIA Buah Delima sudah memadai, terutama bidan senior yang menjadi tulang punggung pelayanan.
Ia mencontohkan Ketua Bidan Bu Mei, yang berusia 63 tahun dan telah puluhan tahun mengabdi. Bersama dua dokter ahli kandungan dan tenaga medis ini dianggap lengkap untuk mendukung peningkatan layanan rumah sakit.
“Kita harus support rumah sakit ini agar bisa melayani semua masyarakat kembali seperti dulu. Kalau ada hambatan perizinan atau kekurangan alat, pemerintah akan hadir membantu,” tegasnya. ( Rofik )











