BIDIK.NEWS | GRESIK. Dandim Gresik Letkol Kav Widodo Pujianto memberikan apresiasi kepada petani dan anggota TNI yang telah memberikan pendampingan kepada petani yang menerapkan tehnologi serta arahan dari Dinas Pertanian serta dari PT Petrokimia Gresik, sehingga hasil akhir berupa panen padi lebih meningkat, apalagi di bantu oleh BNI berupa Kartu Tani untuk penebusan pupuk, sehingga menjadi petani lebih menjanjikan, demikian yang disampaikan di depan peserta panen perdana Kabupaten Gresik di Desa Sukorejo, Kecamatan Sedayu (17/1)
“Selama ini , masyarakat menanam padi hanya menurut kebiasaan sepwrti yang telah diajarkan / dilakukan oleh orang tuanya, namun dengan benih unggul, sisten tanam jajar legowo, pemupukan berimbang, ada pendampingan dari anggota TNI dan Dinas Pertanian, ada kartu tani untuk penebusan pupuk, saya berharap kepada petani muda untuk terus bertani dan tidak ber alih pekerjaan, menjadi petani masih menjanjikan dan membanggakan,” jelas Letkol Kav Widodo di depan awak media se usai memanen padi baik dengan sabit maupun dengan alat semacam traktor yang memotong batang padi dan langsung merontokkan bulir padi.
Kepala Dinas Pertanian Kanupaten Gresik Agus Djoko Waluyo menambahkan bahwa stock beras bagi seluruh warga Gresik masih aman,” Kita masih aman untuk 10 bulan ke depan, apalagi ini sudah mulai panen dan panen raya di perkirakan bulan Februari, sehingga di wilayah Gresik tidak di perlukan beras import,” jelasnya.
Dalam memulai panen padi di wilayah Gresik , tampak yang ikut memanen Dandim Gresik, Kadis Pertanian Kab Gresik, perwakilan dari Polres, GM Pemasaran Petrokimia Gresik, BNI 1946, BPPT. ( ali)










