GRESIK I bidik.news – Pemerintah Desa (Pemdes) Pucung Kecamatan Balonpanggang terus melakukan pembangunan untuk memberikan kemudahan para petani dengan pembangun Jalan Usaha Tani (JUT).
Saat ini, melalui anggaran Dana Desa (DD) tahun 2024 senilai Rp. 153.750.00, Pemdes Pucung membangun jalan sepanjang 272 meter, tinggi 0,8 meter dan lebar seluar 3,6 meter yang terletak di Dusun Tamping Desa Pucung.
Pembangunan JUT ini dipergunakan untuk akses jalan para petani yang akan ke sawah. Dahulu, petani kalau ke sawah dengan jalan kaki dan memikul hasil tani. Tapi sekarang para petani bisa menikmati akses jalan tersebut, dapat dilewati dengan motor bahkan mobil pick up.
Pemerintah Desa Pucung, memiliki empat dusun, di antaranya dusun Kampung, Pucung, Pulorejo dan Tamping. Keempat dusun ini, sudah dibangun akses jalan usaha tani atau JUT menuju lahan pertanian.
Kades Pucung Khoirul Anam mengatakan bahwa di Desa Pucung sudah banyak pembangunan JUT. Diantaranya, dusun kampung, ada satu titik, proyek pengerjaan tahun 2022, JUT dusun Pucung, ada tiga titik, proyek tahun 2023, JUT dusun Pulorejo, proyek tahun 2023, dan JUT dusun Tamping dikerjakan tahun 2024.
“Proyek JUT yang sudah selesai beberapa tahun sebelumnya menggunakan anggaran Dana Desa (DD), termasuk yang saat sedang proses pembangunan di dusun Tamping, juga menggunakan anggaran dd tahun 2024, dengan nilai sebesar 153, 750.000, panjang 272 meter dengan ketinggian 0,80 meter,” jelasnya.
Masih menurutnya, proyek JUT ini dibangun kanan kiri, menggunakan bahan bangunan sesuai spesifikasi dan saat ini pengerjaanya masih 30 persen.
“Dikerjakan mulai Senin lalu, baru empat hari, target penyelesaian sekitar tiga Minggu. Pembangunan sesuai RAB, tak ada penyelewengan maupun penyimpangan, ” ungkap Khoirul Anam, saat ditemui di lokasi proyek JUT, dusun Tampung, (18/07/24) Kamis siang.
Ditambahkannya, pembangunan JUT yang sedang berlangsung juga memberdayakan puluhan warga setempat (swakelola). Hal tersebut dilakukan untuk memberikan penghasilan warga setempat.
Pembangunan JUT ini bertujuan
Memperlancar akses jalan dan mempermudah mengangkut hasil pertanian di desa setempat, seperti jagung, kangkung dan tembakau jenis jinten. Sebelum dibangun, petani hanya melewati jalan setapak 1,5 meter.
“Kalau dulu menuju lahan pertanian tidak ada akses jalan, Alhamdulillah saat ini petani tidak jalan kaki lagi. Jalan tersebut bisa dilewati dengan mengendarai motor dan mobil. JUT tersebut dapat dimanfaatkan petani dusun Tamping yang memiliki lahan pertanian sekitar 20 hektar,” jelas Khoirul Anam, saat menunjukkan progres pembangunan.
Sementara itu, menurut Joko Jayusman, salah satu petani tembakau desa Pucung mengaku dengan dibangunnya JUT, petani sangat terbantu, terutama mempermudah akses jalan menuju lahan pertanian, petani tidak jalan kaki lagi saat tanam maupun panen hasil pertanian.
“Warga sangat senang dengan adanya pembangunan JUT, petani sekarang tidak jalan kaki mas, kalau ke lahan pertanian bisa naik sepeda motor dan mobil pickup bisa masuk untuk mengangkut hasil panen, ” tutur Joko Jayusman, saat menunjukkan tanaman tembakau miliknya.
Pemdes Pucung sendiri menargetkan JUT di dusun Tamping, sepanjang 422 meter, saat ini proses pembangunan 272 meter, untuk yang 150 meter akan dibangun tahap berikutnya. (him)











