GRESIK. BIDIK. TNI yang mendapat perintah untuk mengawal ketahanan pangan, di implementasikan oleh bawahan dalam hal ini oleh Babinsa berupa mengajar bertanam, mengawal panen hingga beras masuk Bulog, dan termasuk memerangi hama, seperti yang terlihat Kamis pagi (16/11).
Warga Desa Sukoanyar Kecamatan Cerme, mendapat sosialisasi soal pemberantasan hama , terutama dari hewan pengerat yaitu tikus, petugas dari Dinas Pertanian yang menjelaskan populasi, perkembangan tikus, serta bahaya dari binatang ini kalau sudah menyerang.
” Jelang musin tanam padi begini adalah musim berkembang biaknya tikus, dan dalam suasana begini bisa memakan gabah yang kita tanam, dalam semalam gabah yang kita tanam akan habis oleh 5 tikus dalam semalam untuk sepetak sawah”, jelas Agus dari penyuluh pertanian.
Sementara, Babinsa Sukoanyar Koptu Muntolib setelah menjelaskan tanaman yang sudah tumbuh dan diserang tikus, maka akan gagal panen,” Kalau tanaman padi sudah usia 2 bulan atau lebih dan diserang hama tikus, yang rata rata dipotong batangnya, maka tanaman akan mati dan tidak jadi panen,” jelas Muntolib.
Usai paparan, baik babinsa maupun dari penyuluh pertanian membetikan contoh cara membasmi tikus, ada yang di pasangi umpan yang terlebih dahulu di beri racun tikus, juga meng asapi lubang persembunyian tikus, ( ali)







