SURABAYA | bidik.news – PLN Nusantara Power (PLN NP) meraih penghargaan CSR Internasional Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) atas program binaan PLN Peduli by PLN Nusantara Power Unit Pembangkit (UP) Muara Karang, Denting Nusantara.
Penganugerahan dilakukan, Sabtu (1/7/2023) melalui daring. Prestasi ini kali ke-7 bagi PLN NP setelah 6 tahun sebelumnya mendapatkan penghargaan yang sama secara berturut-turut.
Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) digelar oleh lembaga internasional Enterprise Asia untuk memberikan apresiasi dan penghargaan bagi perusahaan terbaik dan kompetitif di Asia yang telah menerapkan praktek bisnis yang berkelanjutan dan bertanggungjawab dalam 7 kategori.
Diantaranya, Green Leadership, Investment in People, Health Promotion, Social Empowerment, Corporate Governance, Circular Economy Leadership and Responsible Business Leadership.
Denting Nusantara atau Deteksi Intervensi Stunting Menuai Senyuman Balita dan Keluarga, sebuah program CSR PLN Peduli by PLN NP untuk mengatasi permasalahan stunting yang melanda wilayah di sekitar lokasi unit pembangkit.
Direktur Utama PLN NP Ruly Firmansyah menyampaikan, keberhasilan PLN NP meraih penghargaan ini menjadi bukti perusahaan memiliki kepedulian yang tinggi tak terkecuali dalam kewajiban dan tanggung jawab sosial dan lingkungannya, terutama terhadap masyarakat sekitar.
“AREA salah satu penghargaan CSR bergengsi di tingkat International dengan penilaian atas perusahaan yang memiliki program CSR yang inovatif. Penghargaan ini memberi motivasi kepada PT PJB untuk terus melakukan inovasi dalam berbagai program CSR yang berkelanjutan. Sehingga memberi dampak luas bagi masyarakat, terutama di sekitar wilayah operasi di Indonesia,” ungkapnya.
Denting Nusantara juga selaras dengan penerapan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Indikator 2.2. Pada 2030, mengakhiri segala bentuk malnutrisi, termasuk mencapai target internasional 2025 untuk penurunan stunting dan wasting pada balita dan mengatasi kebutuhan gizi remaja perempuan, wanita hamil dan menyusui, serta lansia.
Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) oleh Kementerian Kesehatan. Pada 2019, angka balita stunting di DKI Jakarta mencapai 17,61%. Jakarta Utara menyumbang 18,95%. Hal inilah yang menginisiasi program Denting Nusantara PLN NP UP Muara Karang di Pluit, Jakarta Utara.
Hal ini disebabkan kurang optimalnya deteksi stunting dan wasti serta pengetahuan di masyarakat, khususnya orang tua tentang pentingnya status gizi anak. Lingkungan yang kumuh dan minimnya kesadaran masyarakat dalam PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) juga berpengaruh terhadap peningkatan angka stunting.
Melalui Denting Nusantara, PLN NP UP Muara Karang mencoba mengatasi permasalahan yang ada dengan memaksimalkan berbagai potensi melalui subprogram Keluarga Peduli Balita (Komunitas KITA), Kelompok Silvofishery, Bank Sampah Bahari Utama (Bank TAMA), dan pengolahan limbah tulang ikan menjadi produk bernilai ekonomis.
“Melalui Denting Nusantara, PLN NP UP Muara Karang berhasil mengurangi 15% pencemaran sampah lingkungan dari limbah ikan. Meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat kelompok Silvofishery dan Bank TAMA. Serta meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya gizi baik pada balita. Terbukti, keberhasilan perubahan balita ideal sejumlah 46”, tambah Ruly.
Tahapan seleksi program dan administrasi dilakukan sejak April lalu. PLN NP mendapat kesempatan mempresentasikan program dan wawancara kepada juri (audit interview) dari berbagai negara pada 2 Juni 2023.
Tahapan ini dilakukan untuk menggali lebih dalam dan mendapatkan gambaran yang utuh serta menilai dampak dan signifikansinya bagi perusahaan dan masyarakat atas program yang diajukan.
Melalui seleksi dan penilaian atas kelayakan program, PLN NP UP Muara Karang berhasil menjuarai AREA tahun 2023 dalam kategori Social Empowerment.











