JEMBER – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sambut penuh antusias oleh seluruh lapisan masyarakat, berbagai persiapan yang meliputi pernak pernik menjelang malam sambutan maulid tersebut dilakukan oleh warga.29/10/2020
Meski dalam kondisi kesulitan dalam ekonomi akibat dampak pandemi covid-19 saat ini, warga tetap berupaya bagaimana sambutan maulid nabi yang diperingati setiap tahun oleh umat Islam ini tetap meriah.
Rasa cinta kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW membuat para warga ini lupa akan persoalan hidup yang dirasakan susah saat ini, bahkan perbedaan dukungan terhadap calon bupati pun mereka kesampingkan.
Berkumpul dan mengumandangkan Sholawat nabi adalah sesuatu yang lebih nikmat dan lebih penting dari segalanya.
Kemeriahan suasana Maulid Nabi ini dapat kita lihat baik di desa maupun di kota, dimana mana terdengar lantunan Sholawat Nabi.
Bagi menambah kemeriahan tersebut, warga telah mempersiapkan hidangan terbaiknya, berbagai buah-buahan menjadi hidangan untuk menjadi berkat (oleh-oleh) antar sesama warga.
Kemeriahan Maulid ini tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, ana-anak-pun tidak ingin melepaskan moment tersebut, berebut balon, bendera dan berbagai hadiah lain disiapkan dalam perayaan Maulid tersebut.
Seperti yang kita lihat di Karangtengah Dusun Kedungsumur Desa Jambearum Kecamatan Puger Jember, warga yang terdiri dari beberapa RT dan 1 RW ini begitu antusias dalam meraikan malam Maulid Nabi tersebut.
Jangan heran kalau di lingkungan Karangtengah ini para bapak-bapak akan pindah beberapa kali dari Masjid hingga ke beberapa Musholla yang ada disekitarnya.
Warga Karangtengah yang kebanyakan berprofesi sebagai petani ini, terlihat begitu rukun dan kompak, setian peringatan hari-hari besar Islam pasti akan digelar dengan meriah.
Kondisi dan situasi ini tentu searah dengan apa yang menjadi harapan Plt. Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief yang selalu memberi penekanan terhadan pentingnya menjaga persatuan dan kesatun.
“Mari kita jaga rasa persaudaraan kita ini, jangan sampai karna suatu perbedaan, kita jadi saling menjauh dan tidak bertegur sama antara satu dengan yang lainya,” tuturnya.
Dengan keberadaan 600 lebih pesantren di dalamnya, tidak heran Kabupaten Jember ini dijuluki sebagai kota santri dan bumi sholawat
H. Yakop Mohdhor yang merupakan Ketua RW setempat dan juga tokoh agama berharap, dengan semangat Maulid Nabi ini warga semakin guyub rukun dan selalu mengedepankan persaudaraan.
” mari kita jaga bersama kerukunan antar warga, jangan sampai karna adanya perbedaan pandangan dan pilihan jadi tidak bertegur sapa, mari kita teladani kehidupan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW,” ungkapnya.
Guyub rukunya warga ini tidak terlepas dari peran aktif Hariyanto selaku Kepala Dusun (Kasun) setempat, selalu memberikan dukungan di setiap kegiatan warga dan senantiasa mendampingi warga dibanyak kegiatan membuat dirinya begitu akrab dengan warganya, dan ini mendorong terwujudnya kerukunan antar warga. (Monas)











