SURABAYA – Rekrutmen Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) dosen di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2020 disoal sejumlah peserta karena transparansinya diragukan.
Keraguan itu dipicu karena website rekrutmen CPNS dosen dari Kemendikbud mengalami error saat peserta mulai mengerucut sesuai dengan formasi yang dibutuhkan.
Salah satu peserta rekrutmen dosen di Fakultas Farmasi Unair sebut saja namanya Fira mengaku meragukan transparansi proses rekrutmen dosen di Unair lantaran saat peserta sudah mengerucut tinggal 60 peserta, tiba-tiba website dari Kemendikbud mengalami error 402.
“Kami khawatir website error itu bentuk kesengajaan, kemudian tiba-tiba diumumkan siapa yang terpilih. Padahal rekruitmen dosen ini menggunakan sistem CAT,” jelas Fira saat dikonfirmasi Jumat (2/10).
ia juga menjelaskan kasus website rekrutmen dosen error ini bukan hanya terjadi di fakultas farmasi tapi juga terjadi di fakultas-fakultas yang lain. “Fakultas fakultas lain juga mengalami hal serupa, sehingga banyak peserta rekrutmen dosen yang khawatir dengan transparansinya,” kata Fira.
Menanggai keraguan sejumlah peserta rekrutmen CPNS dosen, Direktur SDM Unair Purnawan Basundoro mengatakan bahwa pihaknya hanya membantu persoalan teknis rekrutmen CPNS dosen di Unair yang dilakukan Kemendikbud.
“Unair tidak melakukan rekrutmen, yang melakukan itu itu pusat (Kemendikbud), sehingga kami hanya membantu persoalan teknis saja,” tegas Purnawan Basundoro.
Akademisi kalem ini menjelaskan bahwa kerusakan website rekrutmen CPNS dosen Kemendikbud yang error bukan hanya terjadi untuk formasi di Unair tetapi juga terjadi di sejumlah Perguruan Tinggi atau Universitas lain di Indonesia.
“Awalnya yang kita butuhkan 17 formasi tapi yang ada pendaftar hanya 14 formasi, sehingga ada 3 formasi yang kosong,” pungkas Purnawan Basundoro.











