GRESIK — Penderitaan janda yang nunggak pembayaran beberapa bulan atas biaya sewa rumah bulanan, apalagi anak gadisnya sakit dan mesti di rawat di rumah sakit, BPJS tidak punya, demikian dituturkan Ny Khusnul Khotimah (57) yang baru berjalan nencari pinjaman uang menyusuri Jl Dr Wahidin hingga sampai ke Kantor YDSF Gresik.
” Anak kami yang bernama Husna Faiqoh (14) oleh dokter di bilang kena penyakit Polip Abdomen atau pembengaan di usus, sudah beberapa rumah sakit kami datangi untuk berobat, namun karena penghasilan kami yang yang tukang kredit baju dan tidak punya kartu BPJS, sehingga hanya di rawat beberapa hari, terus kami minta rawat jalan,” jelas Ny Khusnul Minggu (10/5)
Lebih lanjut di ceritakan sejak suaminya H Ali Mustsjab meninggal di tahun 2015 karena penyakit komplikasi, maka rumah di Jl Opas 6/8 di Perum PPS terpaksa di jual untuk biaya berobat dari mulai suami hingga anak, termasuk biaya pendidikan.
Husna Faiqoh yang saat ini siswi klas 9 Mts Bahrul Ulum di Desa Sekapuk , Kecamatan Ujungpangkah bersama ibunya tinggal dikamar kost bulanan di wilayah RT 03 RW 5 Desa Sekapuk, itupun sudah nunggak 4 bulan belum terbayar.
” Pak Maftukan ( Wadir Ibnu Sina ) sudah pernah membantu biaya pengobatan anak kami, dan di gratiskan saat itu, yang terakhir masuk UGD Ibnu Sina ini kan murni pasien biasa tanpa BPJS, sehingga ketika kami di beri tahu boleh pulang, kami masih bingung cari pinjaman untuk membayar biaya , dan untungnya kami ketemu dengan petugas dari YDSF Gresik,” papar Ny Khusnul.
Kepala YDSF Gresik Aries Munandar dengan penuh kesabaran melayani dhuafa yang mengalami kesusahan,” Lembaga kami menerima zakat dan sedekah dari masyarakat, kami hanya ikut membantu menyalurkan kepada yang berhak,” pungkas Aries. ( ali)











