BI : Ada 4 Kunci Sukses Bangkitnya Ekonomi Jatim di Tengah Pandemi

0
87
Budi Hanoto, Kepala Bank Indonesia (BI) Jatim saat Pertemuan Tahunan Tahun 2021 bertema “Optimisme Jatim Bangkit, Sinergi dan Inovasi untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Jawa Timur”, di Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (24/11/2021).  (Ist)

SURABAYA – Budi Hanoto, Kepala Bank Indonesia (BI) Jawa Timur optimis, ekonomi Jatim akan bangkit di 2021 dan 2022 seiring terciptanya sinergi kebijakan dan inovasi antara Pemda, BI dan lembaga/otoritas lain dalam mempercepat pemulihan ekonomi.

Hal itu dilontarkan Budi Hanoto dalam Pertemuan Tahunan Tahun 2021 bertema “Optimisme Jatim Bangkit, Sinergi dan Inovasi untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Jawa Timur”, Rabu (24/11/2021) di Gedung Grahadi Surabaya.

Budi menyampaikan, optimisme akan kebangkitan ekonomi Jatim didukung oleh kondisi fundamental, yang utamanya ditopang sektor pertanian serta kuatnya sektor industri yang menjadikan Jatim sebagai lead export manufaktur.

“Kondisi ini diperkuat dengan inovasi dan sinergi berbagai pihak dalam menggali potensi yang ada, seperti penguatan kerjasama perdagangan antar daerah, digitalisasi perekonomian, peningkatan inklusivitas UMKM, serta pengembangan ekonomi syariah,” katanya.

Inovasi dan sinergi kebijakan tersebut, lanjut Budi, mampu menjaga momentum kebangkitan ekonomi Jatim di 2021. Di tengah kebijakan pembatasan wilayah, pada triwulan III/2021 ekonomi Jatim tetap mampu tumbuh positif sebesar 3,23% (yoy), lebih tinggi dari Jawa (3,03%, yoy). Sementara triwulan IV/2021 pemulihan ekonomi Jatim diperkirakan terus berlanjut sejalan dengan penurunan kasus Covid-19.

“Bangkitnya ekonomi Jatim di tengah pandemi Covid-19 tidak lepas dari 4 key success factors, yaitu satu, menjadikan Jatim sebagai Lead Export Industri Manufaktur. Dua, penguatan Jatim sebagai Lumbung Pangan Nusantara (LPN). Tiga, optimalisasi digitalisasi ekonomi. Dan empat, menginklusifkan ekonomi Jatim melalui pengembangan UMKM, ekonomi syariah, dan pariwisata,” ujar Budi.

Sementara Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa juga menyatakan, kunci sukses akselerasi ekonomi Jatim tidak lepas dari berbagai inisiatif yang dilakukan Pemda, seperti penguatan kerjasama antar daerah dan optimalisasi Lumbung Pangan Nusantara, didukung suksesnya program vaksinasi yang menjadi game changer bagi pemulihan ekonomi.

“Ke depan, terdapat beberapa tantangan bagi perekonomian Jatim yang perlu diantisipasi, antara lain tidak meratanya pemulihan ekonomi global, disparitas laju inflasi antar Kab/Kota di Jatim, pembangunan SDM dan ketersediaan akses internet yang belum merata antara Jatim bagian Utara dan bagian Selatan, serta lemahnya standardisi produk serta masih terbatasnya pembiayaan UMKM,” ungkap Khofifah.

Berdasarkan tantangan tersebut, BI memperkirakan Ekonomi Jatim pada 2022 tumbuh lebih tinggi dari tahun sebelumnya, pada kisaran 5,0% s.d. 5,8% (yoy) atau kembali ke pola normal pertumbuhan sebelum pandemi Covid-19. Sementara inflasi diperkirakan masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional 3 + 1%, sejalan dengan peran aktif TPID terutama melalui optimalisasi Lumbung santara (LPN).

Pertemuan Tahunan Pemprov Jatim dan BI Jatim ini juga menggelar komitmen program bersama, seperti perluasan Rumah Kurasi dan Pondok Kurasi untuk mendukung 1000 produk UMKM, program perluasan Pasar Rakyat Siap Digital,  kick off  ikrar halal produk UMKM, kick off perluasan program desa wisata halal dan program kandang komunal untuk peningkatan produksi sapi potong.

Kerjasama ini diwujudkan dalam rangka penguatan ekosistem UMKM untuk ekonomi Jatim yang inklusif, membangun Jatim sebagai pusat industri Halal terdepan. Dan mewujudkan Jatim sebagai Lumbung Pangan Nusantara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here