CMSE 2021 Tingkatkan Jumlah Investor Pasar Modal

0
76
Investor bertemu di CMSE
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama SRO yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menggelar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021 secara virtual, Kamis - Sabtu (14-16/10/2021). (Ist)

JAKARTA – Literasi serta edukasi pasar modal terus digencarkan oleh Self-Regulatory Organization (SRO) untuk meningkatkan jumlah investor pasar modal di Indonesia yang berdampak bagi upaya pemerintah mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Sejalan dengan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama SRO yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali menggelar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021 secara virtual, Kamis – Sabtu (14-16/10/2021).

CMSE 2021 digelar sebagai rangkaian peringatan 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia yang bertema “Sinergi Pasar Modal Bagi Pemulihan Ekonomi Nasional”.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyampaikan, gelaran CMSE 2021 sebagai ajang pertemuan stakeholders pasar modal Indonesia dan masyarakat untuk berbagai informasi terbaru serta teraktual. Selama 3 hari akan digelar webinar dan talk show dengan topik menarik dari narasumber yang kompeten.

“Kami harapkan, CMSE 2021 dapat mendukung pencapaian target penambahan jumlah investor, perusahaan tercatat baru, serta meningkatkan penggalangan dana di pasar modal.” ujar Inarno saat pembukaan CMSE 2021, Kamis (14/10/2021).

Dijelaskannya, mengulang kesuksesan gelaran CMSE 2020, tahun ini seluruh kegiatan kembali menggunakan aplikasi berbasis laman web: www.cmse.id. Peserta yang telah terdaftar pada CMSE 2020 tidak perlu melakukan pendaftaran kembali, cukup dengan melakukan login pada laman tersebut. Sedangkan untuk peserta baru yang ingin mengikuti CMSE 2021, dapat langsung mendaftarkan diri melalui laman tersebut.

“Pada CMSE 2021 akan dilaksanakan 3 sesi webinar setiap harinya, sehingga total ada 9 sesi webinar selama 3 hari gelaran. “Pada hari ke-2 CMSE 2021, kami juga menghadirkan webinar bertaraf internasional dengan pembicara dari Bursa global.” katanya.

Selain mengikuti webinar, peserta juga dapat mengakses 100 booth virtual dengan menghadirkan 1.000 paparan. Diharapkan peserta bisa mendapatkan informasi terbaru langsung dari perusahaan sekuritas, perusahaan tercatat, manajer investasi, asosiasi serta regulator pasar modal yang tentunya dapat membantu menentukan
arah investasi.

Pada CMSE 2021, digelar pula Workshop Go Public, yakni sosialisasi pasar modal kepada para calon perusahaan tercatat yang didukung Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan RI untuk meningkatkan jumlah perusahaan tercatat di BEI.

Dorong Pemulihan Ekonomi

Inarno menambahkan, pandemi Covid-19 yang hampir 2 tahun menghadirkan tantangan bagi pasar modal dan perekonomian Indonesia. Penyesuaian secara masif dilakukan untuk menjamin keberlanjutan pasar, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan operasional, termasuk pelaksanaan kegiatan edukasi, literasi dan sosialisasi pasar modal, seperti gelaran CMSE 2021 ini.

Otoritas pasar modal merespon tantangan ini dengan baik dan mampu menorehkan pencapaian penambahan dari sisi jumlah investor, perusahaan tercatat, maupun aktivitas perdagangan. “Jumlah investor saham atau single investor identification (SID) baru terus mengalami peningkatan dalam 8 bulan terakhir di 2021 dan telah mencapai rekor baru, yaitu sebanyak 1 juta investor saham baru. Tahun 2021 menjadi tahun penuh dengan harapan pemulihan ekonomi nasional dan ini tercermin dari tingginya aktivitas perdagangan di BEI dalam 3 bulan terakhir.” ungkap Inarno.

Berdasarkan data KSEI per 30 September 2021, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai lebih dari 6.287.350 SID, termasuk di dalamnya 2,9 juta SID saham. Di sisi lain per 30 September 2021, saat ini terdapat 750 perusahaan tercatat di BEI dengan penambahan baru sebanyak 38 perusahaan. Tercatat tingginya aktivitas transaksi bursa dan rekor baru sejak swastanisasi bursa efek pada 1992, di antaranya rata-rata nilai transaksi harian yang mencapai lebih dari Rp13 triliun per hari, atau melonjak 2 kali lipat dalam 5 tahun terakhir.

Frekuensi transaksi juga meningkat menjadi rata-rata 1,2 juta transaksi per hari dan merupakan yang tertinggi di ASEAN dalam 3 tahun terakhir. “Hal ini turut diikuti dengan lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari 19 miliar lembar saham per hari,” lanjut Inarno.

Agenda CMSE 2021

Pada hari pertama gelaran CMSE 2021 digelar seminar utama bertema “Sinergi Kebijakan dan Strategi Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional”. Namun, sebelumnya diawali laporan kegiatan dari Direktur Utama BEI yang dilanjutkan ambutan dari Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Mengawali seminar utama, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan keynote speech. Lalu dilanjut pemaparan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Wakil Menkes Dante Saksono Harbuwono dan Sekjen Kementerian Perindustrian Dody Widodo.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengungkapkan, BEI akan terus memotivasi
generasi muda Indonesia agar terus berinvestasi di pasar modal. Yakni dengan menghadirkan para pembicara muda yang sukses serta memiliki semangat mengedukasi para investor di pasar modal. Karena itu terdapat pula webinar lain yang menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang seperti tokoh insipratif dari perusahaan tercatat,
perencana keuangan, profesional, praktisi, serta figur publik yang lekat dengan industri pasar modal.

Peserta juga dapat mengikuti pameran CMSE 2021 serta langsung membuka rekening saham dan reksa dana secara virtual. Sebagai hiburan, CMSE 2021 juga menghadirkan berbagai kuis dan permainan untuk peserta dengan hadiah utama yang menarik.

“Kami harap pemaparan dan diskusi pada sesi webinar ini dapat memberikan inspirasi bagi para peserta seminar, khususnya bagi kelompok usia muda yakni generasi milenial dan generasi Z, untuk dapat lebih cerdas,
lebih semangat, turut berperan aktif dalam mengembangkan pasar modal, serta makin yakin dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia,” ujar Hasan.

Melalui gelaran CMSE 2021 diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah dan aktivitas setiap pelaku dan stakeholders. Agar pasar modal Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan makin menciptakan keberpihakan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia sebagai upaya mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here