Potensi Besar EBT di Indonesia Jadi Magnet Dunia Internasional

0
38
PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menggelar webinar bersama media di Jatim kenalkan potensi EBT, Selasa (12/10/2021). (Ist)

SURABAYA – PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menggelar webinar bersama media Jawa Timur, Selasa (12/10/2021) untuk mengenalkan potensi energi baru terbarukan (EBT). Kegiatan ini dalam rangkaian memperingati HUT ke-26 PJB, 3 Oktober 2021.

Direktur SDM dan Administrasi PJB, Karyawan Aji menyampaikan, penerapan EBT di Indonesia sudah tidak bisa dihindari lagi terlebih adanya perjanjian internasional Paris Agreement yang bertujuan mengurangi emisi karbon di Tanah Air. Dimana ditargetkan pada 2025, Indonesia diharapkan bisa menggunakan EBT mencapai angka 23%.

“Potensi EBT di Indonesia menjadi magnet tersendiri bagi dunia internasional, karena cukup besar,” kata Karyawan Aji.

Potensi Besar EBT di Indonesia Jadi Magnet Dunia Internasional 1Ia berharap, dengan webinar ini bisa terjadi upaya saling bertukar informasi untuk pengembangan EBT di Indonesia, serta sebagai forum silaturahmi antara PJB dengan media massa di Jawa Timur.

Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Niaga PJB, Iwan Purwana yang mengambil tema “Kinerja produksi EBT Menyongsong Energi Hijau Masa Depan” memaparkan, program pengembangan EBT yang dilakukan PJB melalui beberapa skema, masing-masing EBT Skema Kemitraan, EBT Kepulauan Tersebar, PLTS Untuk Pemakaian Sendiri (PS), Elektrifikasi dengan EBT.

“PJB juga mempunyai skema PLT Hybrid, yakni tenaga campuran, terdiri dari diesel, tenaga surya dan baterai,” katanya.

Pakar Bioenergy Engineering, Agricultural Engineering dari Universitas Brawijaya Malang, Bambang Susilo, M.Sc. Agr mengatakan, potensi EBT di Indonesia cukup besar, karena memiliki sumber daya alam yang cukup banyak. Diantaranya, aliran air, tenaga solar/matahari, biomassa, bahan bakar nabati, biogas, suhu kedalaman laut, angin, ombak laut, panas bumi (geothermal).

Bambang yang dalam webinar itu menyampaikan materi bertema “Solusi EBT berbasis riset : Akselerasi pencapaian energi hijau di masa depan pemanfaatan dan nilai keekonomiannya menyebut, komposisi energi ke depan sangat membutuhkan EBT, yakni pada 2100 karena menurunnya energi fosil.

“Indonesia akan menjadi negara yang akan sangat dibutuhkan karena potensinya besar, seperti musim yang menghasilkan energi, yakni panas dan hujan,” kata dosen Fakultas Teknologi Pertanian ini.

Secara umum, lanjut Bambang, energi baru adalah energi yang dihasilkan oleh teknologi baru, dan energi terbarukan adalah energi yang dalam waktu pendek bisa diperbarui. Kemudian dihasilkan dari sumber daya energi yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik.

“Karena itu, perlu kiranya didorong terus pengembangan EBT, sehingga mampu menjadikan Indonesia mandiri dengan sumber daya alamnya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here