50 Perusahaan Tercatat Ikuti Public Expose Live 2021 

0
25
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi secara seremonial virtual membuka kegiatan Public Expose Live 2021 (Pubex Live 2021), Senin (6/9/2021). (Ist)

JAKARTA – Sebagai upaya penyebaran informasi terkait perusahaan tercatat kepada investor, khususnya di tengah pandemi Covud-19 saat ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Public Expose LIVE 2021. Aenda ini bagian dari peringatan 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Public Expose LIVE 2021 digelar selama 5 hari, mulai 6 – 10 September 2021. Even ini menampilkan 50 perusahaan tercatat yang akan disiarkan melalui platform Zoom secara live dan rekamannya dapat ditonton di kanal YouTube resmi milik BEI, yaitu Indonesia Stock Exchange.

Target pengunjung acara Public Expose LIVE 2021 adalah Investor, Analis Perusahaan Efek, Manajer Investasi lokal dan asing, Analis Dana Pensiun, perwakilan dari Perusahaan Asuransi, Anggota Asosiasi Analis Efek Indonesia, serta Wartawan. Public Expose LIVE 2021 dapat diikuti dengan mendaftar dulu pada Website BEI www.idx.co.id atau bit.ly/pubexlive2021.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan rasa optimis acara Public Expose LIVE 2021 akan dihadiri oleh banyak peserta. Optimisme tersebut bukan tanpa alasan, mengingat pada gelaran Public Expose LIVE 2020, terdapat 41.361 peserta, meliputi 2.662 peserta daring wartawan dan 38.699 peserta daring peserta yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Dan juga dari negara lain seperti Amerika Serikat, Singapura, Arab Saudi, Taiwan, Hong Kong, Australia, Uni Emirat Arab, Jepang, Korea Selatan, Papua Nugini, Selandia Baru, dan Filipina.

Dengan semakin banyaknya jumlah pengunjung daring, serta animo yang luar biasa dari pelaksanaan sebelumnya, maka Public Expose LIVE 2021 diharapkan dapat memenuhi salah satu tujuan acara ini, yakni membuka akses informasi yang lebih luas mengenai Perusahaan Tercatat kepada peserta. Tujuan lain untuk meningkatkan pemahaman investor terhadap kinerja Perusahaan Tercatat di BEI, menambah basis investor lokal, serta meningkatkan likuiditas pasar.

“Public Expose LIVE 2021 diharapkan dapat membantu investor dalam menentukan langkah investasinya dengan pertimbangan yang matang, karena telah memahami kondisi dari saham yang akan dimiliki” ujar Hasan, Senin (6/9/2021).

Public Expose LIVE 2021 merupakan acara pemaparan umum Perusahaan Tercatat kepada publik untuk menjelaskan mengenai kinerja perusahaan agar tersebar secara merata dan memfasilitasi Perusahaan Tercatat dalam pemenuhan kewajiban Public Expose Tahunan, sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun.

Sejak 2019, gelaran Public Expose LIVE telah mengadopsi teknologi pertemuan daring dan real time, sebelum akhirnya mulai pada 2020 lalu gelaran dilakukan secara full virtual. “Tahun 2021 ini adalah tahun ketiga gelaran Public Expose LIVE yang mencerminkan kesiapan strategi digital BEI menjawab tantangan di masa pandemi,” ungkap Hasan.

Gelaran Public Expose LIVE 2021 secara daring ini, lanjut Hasan,  juga sebagai salah satu langkah BEI melindungi kepentingan investor melalui transparansi kinerja Perusahaan Tercatat.

Adapun 50 perusahaan tercatat yang berpatisipasi pada Public Expose LIVE 2021, adalah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Adaro Energy Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, PT Bank BTPN Syariah Tbk, PT Pradiksi Gunatama Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk.

Berikut PT Astra Graphia Tbk, PT Dharma Satya Nusantara Tbk, PT Duta Pertiwi Tbk, PT Media Nusantara Citra Tbk, PT Adi Sarana Armada Tbk, PT Indo Tambangraya Megah Tbk, PT Garuda Metalindo Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT AKR Corporindo Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Timah Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT United Tractors Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Bank Jago Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT PP Properti Tbk, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, PT Puradelta Lestari Tbk, PT Gudang Garam Tbk, PT Astra International Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Selamat Sempurna Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya Beton Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Selanjutnya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Sampoerna Agro Tbk, PT Total Bangun Persada Tbk, PT Ciputra Development Tbk, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, PT Rukun Raharja Tbk, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, PT Matahari Department Store Tbk, serta PT Bank BTPN Tbk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here