Rian D’Masiv Produseri Penyanyi Asal Surabaya

0
21
Penyanyi lagu 'To Die For', Weda (tengah) bersama Rian D'Masiv (kiri) dan Rayen Pono saat promo di Cafe Prajurit, Surabaya, Minggu (29/8/2021). (Foto : Haria Kamandanu)

SURABAYA – Penyanyi pria pendatang baru Wedananda Mahawira Ciptawan mempromosikan single terbarunya, yakni ‘To Die For’ di Cafe Prajurit, Surabaya, Minggu (29/8/2021) petang. Dalam promo single tersebut, Weda didampingi sang pruduser Rian Ekky Pradipta atau akrab dipanggil Rian D’Masiv dan vocal director Rayen Pono (Pasto).

Dihadapan para awak media, Rian mengaku, penyanyi pendatang baru ini (Weda) mempunyai talenta yang komplet. Tidak hanya punya suara bagus, namun dia juga jago akting. “Bahkan, pertemuan saya dengan Weda juga sewaktu syuting film. Kami bertemu dan cocok,” kata Rian, sang penulis lagu To Die For.

Lantaran cocok, Rian mengajak Rayen Pono untuk menggarap serius lagu ini. Nah, di sini Rayen sebagai Direktur Musik. Dia cukup kagum dengan Weda, karena hanya butuh waktu 5 jam, proses rekamannya sudah selesai. Padahal selama rekaman, dia mengaku memberi pressure ke Weda.

“Pressure penyanyi supaya tahu aslinya. Karena musik itu di dalam darah. Kalau lagu pertama gak bisa nyanyi gak usah diterusin. Aku pressure Weda biar keluar dari zona nyaman. Malah bisa keluar aslinya. Kreditnya semua untuk Weda,” imbuh Rayen Pono.

Rian menambahkan, munculnya Weda diharapokan ada regenerasi baru di dunia musik Tanah Air. “Perlu ada regenerasi di industri musik. Wead bisa jadi warna baru dari musisi yang keren karena dari sisi mental dia siap untuk terjun ke industri,” ujarnya.

Sementara itu, Weda mengaku dunia entertainment bukan hal baru baginya. Sejak 2018 sudah membintangi 4 judul film, di antaranya Mengejar Surga, Kajeng Kliwon, dan film terbaru yang akan segera release berjudul Musyrik.

“Bernyanyi memang ini untuk pertama kalinya buat aku, tapi nggak terlalu sulit kok karena pelatihnya orang yang sangat kompeten Rayen Pono ex Pasto Produsernya juga orang yang sangat professional mas Rian D’masiv,” kata remaja kelahiran 2017 ini.

Single To Die For, katanya, adalah kisah cinta manis tak berbalas berdasarkan pengalaman pribadinya. Weda sempat jatuh cinta pada teman sekolah. Suka seseorang dengan berbagai cara dan sampai mati akan ia kejar.

Dulu kelas 7 (SMP) sekarang kan kelas 9,  aku sempet suka sama seseorang. Berusaha segala cara, anggapannya sampai mati kan ku kejar. Pas lagi suka-sukanya ternyata meleset,” ujarnya sambil tertawa mengenang masa lalunya.

Hingga saat ini, single bertajuk To Die For yang bernuansa British, belum seminggu nampang di YouTube, sudah tembus 1 juta viewers. “Senang banget, bersyukur banget. Terima kasih buat yang udah nonton videonya semoga yang belum nonton bisa nonton juga sama suka videonya,” ucap arek Suroboyo ini bersyukur.

Diakhir acara, secara langsung, Weda menyanyikan lagu ciptaan Rian dengan di-backing vokal Rian dan Rayen. Suasana Cafe Prajurit pun terhipnotis dengan lagu cinta khas anak muda itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here