Dinas Peternakan Kab Pasuruan Periksa Hewan Qurban di Pasaran

0
67
Gambar, Petugas Dinas Peternakan saat memeriksa hewan kurban

PASURUAN – Mendekati Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban disaat pandemi Covid-19 yang masih merebak ini. Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan tetap intens melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan sebelum dan sesudah ternak dipotong (antemortem dan postmortem) di tempat penjualan dan tempat pemotongan hewan kurban.

Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu mengatakan, pengawasan, pendataan dan pemeriksaan hewan qurban penting untuk dilakukan. Utamanya untuk memberikan jaminan keamanan dan kesehatan hewan qurban yang dijual bebas di pinggir jalan maupun di tempat penjualan lainnya.

“Penting sekali untuk memberikan jaminan keamanan dan kesehatan hewan qurban yang dijual. Jangan sampai ada penyakit ternak, kemudian langsung dijual begitu saja. Maka dari itu, kita awasi dan periksa setiap hewan qurban secara sampling,” kata Diana saat ditemui di kantornya, Kamis (15/07) kemarin.

Dikatakan, sasaran pengawasan, pemeriksaan, dan pendataan hewan kurban dilakukan di kandang, lapak, atau tempat penjualan hewan kurban yang ada di Pasar hewan hingga pinggir jalan raya. Dimana pemeriksaan hewan kurban sebelum disembelih (antemortem) meliputi pengecekan kesehatan, kondisi ternak, usia 🐂 dan persyaratan lain terkait kesesuaian untuk dijadikan hewan kurban.

“Pemeriksaan meliputi kondisi kesehatan dan kelengkapan bagian tubuh hewan atau kondisi gigi, mulut, dan hidung hewan kurban. Semuanya dilakukan. Bedanya, karena kita masih pandemi, jadi semuanya wajib menerapkan prokes ketat,” jelas wanita berjilbab ini.

Lebih lanjut Diana menegaskan bahwa dalam pengawasan hingga pemeriksaan hewan qurban, total ada 125 petugas yang menyebar di 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan. Kepada para petugas yang terjun ke lapangan, ia berharap agar dapat memahami pentingnya mitigasi resiko pelaksanaan kegiatan dan pemotongan hewan kurban. Khususnya agar menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan dalam aturan.

“Sebelum bertugas, para petugas harus sudah dirapid atau swab antigen. Sedangkan dalam pelaksanaan mitigasi dan pemotongan hewan kurban diharapkan untuk menerapkan protokol Covid 19, Penerapan higene personal, Pemeriksaan kesehatan awal hewan kurban dan pada saat pemotongan hewan kurban perlu memperhatikan ketentuan sebagaimana yang sudah digaris dalam ajaran agama Islam dan anjuran dari Pemerintah,” Tukas Diana sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Diana juga menghimbau kepada para pembeli untuk meminta Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), jika membeli hewan kurban. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kelaikannya.

“Banyak yang sudah tertempel di lapak atau tempat penjualan hewan qurban. Kalau tidak kelihatan, bisa dimintakan langsung kepada penjualnya untuk memastikan hewannya benar-benar sehat dan siap dijual,” Imbuhnya.

Disinggung perihal hasil pemeriksaan, Diana mengaku, para petugas tak menemukan hewan qurban yang sampai memiliki penyakit yang berbahaya. Rata-rata hanya kondisi mata yang butuh vitamin, serta masih adanya hewan yang lemas lantaran berada di pinggir jalan raya.

“Ketika pemeriksaan hewan qurban, petugas juga memberikan vitamin mata atau vitamin untuk kesehatan hewan itu sendiri.

“Intinya, hingga saat ini hasil pemeriksaan belum ditemukan penyakit pada hewan-hewan yang dipasarkan tersebut,” tegas Diana. (rusdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here