Tak Merasa Bersalah, PT Rajawali Anugerah Jaya Agung, PT Mandiri Cahaya Properti dan PT Citine Properti Siap Hadapi Gugatan

0
96
Dari kiri, David Antonius perwakilan PT Citinine, dan Baju putih, Dicky Reyhan Wibisono dari PT Mandiri, Serta nomor tiga dari kiri, Purwoadi Manager Legal PT Citinine dan paling kanan, Pimpinan PT.Rajawali, Kaleb Prayudi.

Surabaya – PT Rajawali Anugerah Jaya Agung (RAJA), PT Mandiri Cahaya Properti (MCP) dan PT Citinine Properti Indonesia (CPI) buka suara mengenai tuduhan Wanprestasi hingga berujung gugatan dari Agus Leonardo Fortunis dan Bambang Sugianto. Mereka bertiga ini mengaku siap menghadapi gugatan karena tidak merasa salah.

Sebelumnya berdasarkan perkara nomor 178/Pdt.G/2021/PN.Sby, PT RAJA, PT MCP dan PT CPI digugat wanprestasi oleh Agus Leonardo Fortunis dan Bambang Sugianto, lalu berbeda lagi perkara baru materi sama dengan nomor 511/Pdt.G/2021/PN.Sby hanya ada pihak pihak yang ditambahkan.

Kaleb Prayudi, Direktur Utama PT RAJA mengatakan bahwa, didalam gugatan perdata itu, posisi Agus Leonardo dan Bambang Sugianto sama sekali tidak memiliki hubungan hukum dengan gugatan tersebut.

“Keduanya hanya penerima kuasa dari PT Multi Dharma Indah (MDI). Hal demikian dibuktikan dari website Dijen AHU yang menerangkan Agus Leonardo dan Bambang Sugianto bukan salah satu pemegang saham ataupun pengurus di PT MDI,” jelasnya kepada awak media di kantor PT Citi 9 Properti Indonesia Jalan Soekarno-Hatta, MERR Surabaya, Jum’at (18/6/2021).

Kaleb juga menegaskan bahwasanya Agus Leonardo dan Bambang Sugianto masih mempunyai hutang kepada kami yang belum diselesaikan meski sudah kami somasi.

“Hutang itu berupa penerbitan faktur pajak PPN. Somasi kami tidak mereka respon walaupun sudah kami tembuskan ke PT MDI,” sambungnya.

Sementara PT MCP yang diwakili Dicky Reyhan Wibisono mengatakan, dari gugatan tersebut menyebabkan gejolak dan ketidakpercayaan dari rekan-rekan bisnisnya terutama supplier serta para pihak pemberi kerja. Sebab kata dia, dalam gugatan tersebut perusahaan kami PT MCP masuk sebagai pihak Turut Tergugat.

“Terus terang kami merasa kesulitan melakukan order material dari supplier, meski dalam gugatan tersebut hanya berstatus sebagai pihak Turut Tergugat. Kami juga di komplain oleh salah satu pemberi kerja kami untuk proyek yang di Jombang,” paparnya.

Masih Dicky Reyhan, bahwa Surat Perintah Kerja (SPK) yang dijadikan dasar Agus Leonardo dan Bambang Sugianto melayangkan gugatan adalah SPK hasil kesepakatan antara PT MCP dengan perusahaan afiliasi dari PT RAJA yaitu KSO Harbour 9. Bukan kesepakatan atau kontrak kerja antara KSO Harbour 9 dengan Agus Leonardo dan Bambang Sugianto.

“Secara hukum Agus Leonardo dan Bambang Sugianto tidak memiliki hubungan hukum apapun dengan KSO Harbour 9, dengan PT RAJA apalagi dengan PT CPI,” terangnya.

Menurut Reyhan, surat kuasa yang dipegang Agus Leonardo dan Bambang Sugianto tersebut untuk pembangunan beberapa unit ruko dan surat kuasa itu juga sudah dicabut pada 9 Maret 2019 setekah Agus Leonardo dan Bambang Sugianto menyalahgunakan uang Down Payment (DP) pekerjaan.

“Terkait penyalahgunaan DP tersebut, sudah kami laporkan ke pihak yang berwajib. Perkara itu sekarang sedang dalam proses di kepolisian,” pungkasnya.

Sedangkan Purwoadi dari PT CPI menyayangkan sikap kuasa hukum Agus Leonardo dan Bambang Sugianto yang dianggap provokatif di media. Menurutnya pernyataan itu tidak benar dan sangat menyudutkan.

“Jika ada berita atau isu yang berkaitan dengan Citi 9 Properti mohon dilakukan klarifikasi terlebih dulu dengan pihak kami. Sebab dampak dari pernyataan-pernyataan yang tidak benar tentang perusahaan kami sangatlah merugikan,” tandasnya.

Terpisah, Sehubungan dengan pihak penggugat yakni Agus Leonardo Fortunis dan Bambang saat dikonfirmasi melalui nomor whatsappnya mengatakan untuk menghubungi kuasa hukumnya.

“Ya pak, Silahkan langsung hubungi 0812339274XX , ini lawyer yang akan menjelaskan secara detail,” jawab Agus Leonardo.

Namun hingga berita ini diturunkan, Kuasa hukum penggugat yang dihubungi melalui nomor selularnya (0812339274XX) belum memberikan tanggapan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here