Gelapkan Uang Tiket Pemancing Ratusan Juta, Dono Diadili

0
590
Terdakwa Dono, saat sidang virtual di PN Surabaya

SURABAYA – Cahya Supriatna alias Dono, terdakwa dalam kasus penggelapan dalam jabatan yang merugikan saksi Tan Boen Kwang sebesar kurang lebih Rp. 293.600.000,-, menjalani sidang lanjutan di ruang Candra, Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (12/11).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, pada sidang kali ini, menghadirkan dua orang saksi, yakni Heni Purwatiningsih dan Istina yang juga bekerja pada kolam pancing yang sama dengan terdakwa bekerja.

Saksi Istina, saat diperiksa menjelaskan bahwa pihak kolam pancing mengetahui adanya penggelapan yang dilakukan Dono, setelah dilakukan audit keuangan.

“Saya tahunya saat diaudit. Tiket peserta pemancing ternyata tidak masuk ke rekening pemilik kolam. Setelah ditanyakan kepada para pemancing, mereka bilang sudah di transfer ke Dono,”beber Istina.

Istina menambahkan, selama ini yanh bertugas melakukan penagihan uang tiket lomba dari terdakwa. “Tugasnya Dono itu pak hakim,”imbuhnya.

Lebih lanjut, saksi Heni, saat diperiksa mengaku bahwa ia hanya bertugas mencari tiket atau menawarkan tiket mancing kepada pelanggan yang ingin lomba pancing ikan jenis tombro itu.

“Tugas saya hanya mencari tiket. Menawarkan saja. Kalau yang nagih ya Dono. Peserta itu ada yang bayar cash ada yang transfer. Kalau kapasitas kolam pancing itu 100 lapak. Ga mesti penuh. Kira-kira 80 peserta saja,”kata Heni.

Sedangkan terkait uang yang digelapkan oleh terdakwa, Heni mengaku tidak tahu digunakan untuk apa. “Saya ga tahu untuk apa uang itu pak hakim,”terangnya.

Setelah mendengar keterangan saksi, terdakwa menjalani pemeriksaan. Saat diperiksa, secara terus terang Dono mengakui semua perbuatannya. Ia tidak mau mengaku uang ratusan juta tersebut untuk apa.

“Ya habis gitu aja pak hakim ga terasa. Jumlah uang itu selama satu tahun. Memang tidak saya transfer ke rekening bos. Pemancing saya suruh transfer ke rekening saya. Saya terima gaji Rp. 2 juta perbulan,”tandasnya.

Sidang kemudian ditunda oleh ketua majelis hakim Johanis Hehamony dan dilanjutkan pekan depan dengan agenda penuntutan.

Atas perbuatannya, terdakwa Cahya Supriatna alias Dono didakwa telah melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 374 KUHP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here