Makna Hari Pahlawan Bagi Aliansi Mahasiswa NTT Makassar

0
256
Almasi NTT Makssar, berpose bersama usai berdialog (ist)

MAKASSAR (SULSEL)— Maknai hari Pahlawan Aliansi Mahasiswa Nusa Tenggara Timur yang berdomisili di kota Makssar, provinsi Sulawesi Selatan atau Almasi NTT melakukan dialog dan panggung bebas ekspresi dalam rangka mengawal kasus intimidasi terhadap masyarakat adat Besi Pae dan pembangunan Jurassic Park di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) di Pulau Rinca, Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur Makassar, Selasa (10/11/2020).

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari terhitung dari tanggal 10-11 November 2020, adapun rangkaian kegiatan yang di lakukan oleh Almasi NTT Makassar, berdialog sekaligus diisi dengan panggung bebas ekspersi.

Kegiatan tersebut merupakan aksi protes mahasiswa NTT yang berdomisili di kota Makassar atas kebijakan politik pemerintah provinsi NTT dan pemerintah pusat yang di nilai sangat diktator, otoriter dan represif.

Pada awak media Koordinator Almasi NTT – Makassar Yoris Ratu Subah mengatkan bahwa saat ini pemerintah telah membuka karpet merah untuk investor yang berinvestasi di provinsi NTT, khususnya di Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

“Pemerintah provinsi NTT dalam hal ini Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat secara jelas telah merampas tanah adat milik masyrakat adat Basi Pae dengan cara yang tidak manusiawi, ” Tegas pemuda asal Larantuka tersebut selaku Koordinator Almasi NTT – Makassar.

Lanjut Yoris Almasi NTT – Makassar mendesak KLHK untuk segera mencabut izin usaha perusahan-perusahan swasta dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Adapun perusahan swasta yang ingin berinvestasi di TNK yaitu; PT. Komodo Wildlife Ecotoursm (KWE) dan PT. Segara Komodo Lestari (SKL) PT. ini telah mendapatkan izin dan SK dari Kementrian Kehutanan (KEMENHUT). Kedua PT tersebut berinvestasi dengan membagun hotel, coffe, restorant dan villa. Proses pembangunan ini akan mengancam keberlangsungan hidup komodo dan habitat makhluk hidup lainnya didalam kawasan TNK.

“Keaslian alam kawasan wisata Taman Nasional Komodo seharusnya di pertahankan tanpa harus diganggui dengan masuknya pembangunan beton. Pemerintah provinsi NTT juga diminta agar mengembalikan tanah milik masyarakat adat Basi Pae secara resmi, dan tanpa memboikot, mengintimidasi dan semacamnya. Karena, tindakan tersebut merupakan tindakan yang dinilai sangat peremanisme, ” ungkapnya

Adapun tuntutan dari Almasi NTT – Makassar kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Hentikan segala bentuk perencanaan pembangunan di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Mendesak LHK segera, dan mencabut IUPSWA beberapa PT yang ingin berinvestasi di Taman Nasional Komodo (TNK).

Mengutuk keras gubernur NTT menghentikan tindakan peremanisme terhadap masyrakat adat Basi Pae di Kabupaten Timur Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Menjalankan Pasal 18 B UUD 1945 yang mengatur tentang “Perlindungan terhadap masyarakat adat”.

Kembalikan tana adat masrakat Basi Pae Kabupaten Timur Tengah Selatan. Privinsi Nusa Tenggara Timur. Menolak direlokasikan masyarakat adat Besi Pae dan masyarakat yang berada di Pulau Komodo

Besar harapan Aliansi Mahasiswa NTT Makassar semoga dengan memperingati hari Pahlawan ini Pemerintah Provinsi NTT, bisa meninjau kembali segala bentuk program dan kebijakan yang dapat merusak Lingkungan di Taman Nasional Komodo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here