SIG & Balitjestro Budidayakan Tanaman Buah di Lahan Green Belt Pabrik Tuban

0
490
foto : Manager of Land Reclamation SIG Eko Purnomo (kanan) bersama petani green belt, Kawan saat melihat pertumbuhan tanaman anggur di area demplot SIG. (Ist)

TUBAN – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Tuban melakukan budidaya tanaman anggur, lengkeng dan jeruk di area green belt Pabrik Tuban.

Budidaya tanaman buah menempati area seluas 1 hektare di Desa Tlogowaru, Kec. Merakurak, Kab. Tuban dengan melibatkan 50 petani green belt.

Salah satu petani green belt binaan SIG, Kawan mengaku senang bisa belajar menanam 3 jenis tanaman buah tersebut. Apalagi didampingi langsung tim dari Balitjestro yang datang ke Tuban tiap 1 atau 2 bulan sekali. 

“Perawatan tanaman buah ini memang agak rumit, tapi karena didampingi, ya lama-lama bisa juga. Kami diajari mulai cara menanam, pemupukan, pendangiran, sampai panen nanti,” kata Kawan, Sabtu (26/9/2020).

Peneliti Ahli Madya Balitjestro Kementerian Pertanian RI, Anang Triwiratno mengatakan, SIG memiliki kekayaan alam luar biasa berupa tanah subur di lahan green belt dan kawasan tambang yang berpotensi untuk membudidayakan tanaman buah.

“Sejak 2019 kami bekerja sama dengan SIG dalam bentuk pendampingan teknologi inovatif pengembangan tanaman berkelanjutan dengan memberikan 12.000 bibit buah serta cara pembuatan demplot, pelatihan, pembinaan kelembagaan, dan asistensi pertanaman bagi petani green belt,” katanya.

Hingga saat ini, lanjut Anang, tanaman yang di tanam petani tumbuh dan berkembang dengan baik, bahkan ada yang diatas rata-rata. Anang berharap melalui program ini nantinya hasil panen petani green belt berupa jeruk, anggur dan lengkeng dapat menjadi produk unggulan Kab. Tuban. 

“Budidaya tanaman buah ini selain dapat meningkatkan produktifitas kawasan lahan tambang dan green belt juga dapat menambah penghasilan bagi para petani”, ujar Anang.

Sementara itu, GM of Mining & Raw Material SIG, Musiran menjelaskan, setelah dilakukan penelitian, Tim Balitjestro menilai lahan green belt Pabrik Tuban cocok untuk ditanami jeruk, anggur dan lengkeng. Tiga jenis tanaman itu dipilih karena masih jarang dibudidayakan di Tuban, terutama jeruk dan anggur.

“Total yang telah ditanam di kawasan tambang sebanyak 10.000 pohon yang tersebar di area green belt, juga sebagian ditanam di area demplot sebanyak 142 bibit anggur, yaitu jenis Jestro AG-86, Prabu Bestari, Jan Ethes SP1, dan Probolinggo Biru. Serta 60 bibit lengkeng jenis kateki, 127 bibit jeruk keprok Madura dan keprok tejakula,” jelas Musiran. (ali/hari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here