BPBD Tulungagung,Tanggapi Kemungkinan Terjadi Tsunami Di Pantai Selatan

0
421
Foto : Suroto Kepala BPBD Tulungagung .(Ist)

TULUNGAGUNG – Institut Teknologi Bandung (ITB) menyampaikan peringatan kemungkinan terjadi potensi tsunami. Bahkan ketinggiannya diperkirakan bisa mencapai 20 meter. Tsunami tersebut berpotensi terjadi di sepanjang pantai selatan Jawa Barat dan Jawa Timur.Bahkan, BPBD Jatim menyebut ada 9 kabupaten/kota berpotensi tsunami. Salah satunya di Tulungagung.

Menanggapi kajian terbaru ITB terkait penyampaian peringatan kemungkinan terjadi potensi tsunami di wilayah laut selatan, Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung,Suroto mengatakan Daerah yang berada di pantai selatan memang bisa berpotensi karena daerah itu posisinya menjulang,mulai dari arah laut Bayuwangi , Tulungagung ,Trenggalek sampai laut Serang rata – rata arusnya lebih tinggi.

Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya akan meningkatkan sosialisasi kepada warga Terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan tsunami, seperti warga yang tinggal sepanjang bibir pantai. Hal itu berkaitan dengan peningkatan kesiapsiagaan. Di sisi lain dia berharap bencana dimaksud tidak terjadi.

“Minimal kita melakukan antisipasi, memberitahukan kepada warga masyarakat supaya tetap berjaga-jaga untuk tetap waspada,dan nanti akan kita keluarkan surat edaran. Tapi mudah-mudahan hal itu tidak terjadi,” katanya,saat dihubungi wartawan melalui Handphon Jumat siang (25/9/2020).

Lebih lanjut,Suroto menjelaskan,dari sisi kelembagaan,pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BPBD propinsi. Salah satunya melakukan pengecekan alat deteksi yang berada di wilayah pantai selatan.

“Harapannya BPBD Propinsi bisa membantu kaitannya dengan penanganan semua jenis bencana alam. Seperti bencana kesehatan, ekonomi, fisik, maupun gempa yang memang tidak bisa diprediksi,” sambungnya.

Masih kata Suroto,untuk kesiapan sarana dan prasarana,Sejauh ini, BPBD Kabupaten Tulungagung sudah mempersiapkan pemetakan tempat-tempat evakuasi. Sarana itu juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti halnya rambu penunjuk arah.

Upaya lain yang akan kembali dilakukan adalah pemberlakuan safety briefing pada acara-acara resmi. Sebelum acara dimulai penyelenggara kegiatan diminta menyampaikan materi tentang tata cara evakuasi jika bencana terjadi. Termasuk pula penjelasan tentang jalur dan titik kumpul.(eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here